Berita Samarinda Terkini
Polisi Dalami Luka Sayatan pada Jasad Pemuda yang Mengambang di Perairan Sungai Mahakam Samarinda
Setelah identitasnya sempat tersebar di group WhatsApp, akhirnya keluarga dari Nanda Pratama (23) yang jasadnya ditemukan mengambang di Sungai Mahakam
Penulis: Rita Lavenia | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Setelah identitasnya sempat tersebar di group WhatsApp, akhirnya keluarga dari Nanda Pratama (23) yang jasadnya ditemukan mengambang di perairan Sungai Mahakam kawasan Untung Suropati, Kelurahan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang mendatangi kamar jenazah RSUD AW Syahranie Samarinda.
Belakangan diketahui pemuda asal Madiun, Jawa Timur tersebut sempat dilaporkan hilang selama tiga hari sebelum ditemukan meninggal di perairan Sungai Mahakam pada Minggu (16/10/2022) lalu.
Susi (32) salah seorang dari keluarga korban menerangkan bahwa pemuda tersebut baru dua minggu berada di Kota Samarinda.
Baca juga: Wali Kota Samarinda Andi Harun Pertimbangkan Permintaan Jadi Dosen Tidak Tetap Universitas Terbuka
"Ke sini mau cari kerja. Rencananya mau ikut jualan di warung Ibu saya," jelas Susi saat dijumpai di ruang jenazah RSUD AW Syahranie.
Memang jelasnya, di awal kedatangannya almarhum sempat pergi tanpa pamit dengan berjalan kaki dan berhasil ditemukan tidak jauh dari kediamannya di kawasan Kadrie Oening, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu.
"Anaknya memang pendiam. Tapi kondisinya sehat," jelasnya.
Sementara itu, dari hasil pemeriksaan awal dan visum ditemukan dua luka sayatan di tangan kanan dan luka robek besar di bagian leher sebelah kanan.
Baca juga: Pemkot Samarinda Siapkan Bonus bagi Atlet Peraih Medali di PON Papua dan Popda Kaltim
Terkait luka-luka tersebut, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli menerangkan bahwa hingga saat ini Satuan Reserse Kriminal masih melakukan pendalaman.
Apakah korban meninggal akibat luka lalu ditenggelamkan, atau terbentur saat berada di air.
"Luka-luka itu harus dipastikan dengan autopsi. Yang pasti masih kita koordinasikan untuk mengetahui pasti sebab kematiannya," jelasnya Selasa (18/10/2022).
Baca juga: Disporapar Samarinda Sebut Porprov di Berau Tidak Siap, Hanya Dapat Jatah 50 Kamar
Ia juga memastikan bahwa korban berasal dari luar Kalimantan Timur dan baru tiba di Samarinda pada 25 September 2022 lalu.
"Sementara baru itu yang kita peroleh. Perkembangannya akan disampaikan lebih lanjut," pungkasnya. (*)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Mayat-di-smd.jpg)