Berita Bontang Terkini

Tindaklanjuti Intruksi Kemenkes, Dinkes Bontang Imbau Apotek Tidak Menjual Obat Sirup ke Masyarakat

Instruksi Kementrian Kesehatan atas pembatasan penggunaan obat dalam bentuk sirup sementara waktu, telah sampai ke tangan Dinkes Bontang.

Penulis: Ismail Usman | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Kepala Dinas Kesehatan Bontang dr Toetoek Pribadi. (TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN) 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Instruksi Kementrian Kesehatan atas pembatasan penggunaan obat dalam bentuk sirup sementara waktu, telah sampai ke tangan Dinkes Bontang.

Larangan pengunaan obat sirup itu sebagai tindaklanjut atas kasus gangguan ginjal akut ‘misterius’ yang saat ini semakin mengkhawatirkan.

Kemenkes mengeluarkan instruksi agar seluruh apotek yang beroperasi di Indonesia untuk sementara tidak menjual obat bebas dalam bentuk sirup kepada masyarakat.

Baca juga: 2 Pengedar Sabu di Marangkayu Kukar Diciduk Polres Bontang, 4 Poket Disita

Kepala Diskes Bontang, drg Toetoek Pribadi Ekawati mengaku telah menerima SE tersebut dan langsung menindaklanjuti sesuai instruksi.

Usai menerima SE tersebut, pihaknya pun bergerak cepat menjalankan sesuai perintah dalam SE dengan langsung mensosialisasikan edaran tersebut ke seluruh fasilitas kesehatan (faskes) dan apotik yang ada di Bontang.

Sosialisi yang ini sebagai upaya peringatan dan imbauan agar tidak menjual obat bebas dalam bentuk sirup kepada masyarakat sementara waktu.

Baca juga: DPRD Ingatkan Dishub Bontang Perbaiki Fasilitas Jalan yang Rusak Akibat Ditabrak

“Ini masih bersifat sementara waktu, sampai ada pemberitahuan lebih lanjut dari Kemenkes. Saya sudah sampaikan ke semua faskes dan apotik,” jawab Toetoek, Rabu (19/10/2022).

Sebagai informasi, Kemenkes mengeluarkan SE tersebut dalam rangka kewaspadaan atas temuan kasus gangguan ginjal akut “misterius.”

Instruksi tersebut tertuang dalam SE Nomor SR.01.05/III/3461/2022 tentang kewajiban penyelidikan epidemiologi dan pelaporan kasus gangguan ginjal akut atipikal (Atypical Progressive Acute Kidney Injury) pada anak yang diteken oleh Plt Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Murti Utami, Selasa (18/10/2022). (*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved