IKN Nusantara
BKPM Promosikan IKN Nusantara Via 9 Kantor Perwakilan Negara di Luar Negeri
BKPM promosikan IKN Nusantara via 9 Kantor Perwakilan Negara di luar negeri
Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Robin Ono Saputra
TRIBUNKALTIM.CO - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal atau BKPM memiliki sejumlah upaya nyata untuk menarik investasi di Ibu Kota Nusantara atau IKN Nusantara di Kalimantan Timur.
Hal tersebut disampaikan Direktur Promosi Wilayah Asia Timur, Asia Selatan, Timur Tengah, dan Afrika Kementerian Investasi/BKPM Cahyo Purnomo dalam acara web seminar melalui Zoom meeting dan live streaming di YouTube Kompas.com, Rabu (19/10/2022).
Webinar bertajuk “Menilik Ibu Kota Nusantara (IKN)” itu digelar berkat kerja sama Kompas.com dengan Kementerian Investasi/BKPM.
Baca juga: Jokowi Ingin Upacara 17 Agustus 2024 Digelar di Istana Kepresidenan IKN Nusantara
Pada kesempatan tersebut, Cahyo Purnomo mengatakan, upaya pertama Kementerian Investasi/BKPM untuk menarik investasi adalah dengan menyusun kebijakan.
Dalam hal tersebut, kata dia, Kementerian Investasi/BKPM merumuskan Rancangan Undang-undang (RUU) Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pemberian Izin Usaha, Kemudahan Berusaha, dan Fasilitas yang Akan Ditawarkan kepada Investor di IKN Nusantara.
“Kedua, kegiatan promosi. Kami menyiapkan projects ready-to-offer, yang terdiri dari proyek-proyek pembangunan utama di bidang infrastruktur dan industri pendukungnya,” imbuh Cahyo.
Setelah itu, lanjut dia, Kementerian Investasi/BKPM mendukung digelarnya pre-market sounding oleh Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bersama dengan Kamar Dagang dan Industri atau Kadin berupa kegiatan sosialisasi peluang investasi di IKN pada 22 Agustus 2022.
Dalam sosialisasi tersebut, OIKN juga mendapatkan masukan terkait pengembangan IKN dari para investor. “Selanjutnya, kami mendukung pelaksanaan market sounding.
Forum jajak pasar ini telah dilakukan OIKN bersama Kadin di Djakarta Theater, Selasa (18/10/2022),” jelas Cahyo.
Jajak pasar yang dihadiri Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo atau Jokowi itu dilaksanakan untuk mempromosikan berbagai potensi investasi di IKN serta mendengarkan berbagai aspirasi dari investor.
“Kami sering mendengar salah satu kendala pelaku usaha itu terkait isu ketersediaan lahan.
Nah, di proyek ini akan dipastikan bahwa lahan sudah tersedia. Jadi intinya semua proses tersebut akan membantu para pelaku usaha dalam mengambil keputusan untuk berinvestasi,” ucap Cahyo.
Ia menjelaskan, Kementerian Investasi/BKPM sendiri secara khusus terus menyampaikan peluang investasi di IKN, bahkan melalui kantor perwakilan di sembilan negara.
Dengan promosi secara signifikan, Kementerian Investasi/BKPM berupaya menangkap minat investor yang ingin menanam modal di IKN agar bisa ditindaklanjuti dengan kegiatan konkret. (*)