Berita DPRD Bontang

DPRD Bontang Fasilitasi Perselisahan Kerja Antara PT WIKA dengan KJS

Komisi I DPRD Bontang memfasilitasi mediasi terhadap kasus perselisihan antaran Sub Kontraktor lokal dengan PT Wijaya Karya (WIKA).

Penulis: Ismail Usman | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
RDP Komisi I DPRD Bontang bersama pihak PT KJS. (TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN) 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Komisi I DPRD Bontang memfasilitasi mediasi terhadap kasus perselisihan antaran Sub Kontraktor lokal dengan PT Wijaya Karya (WIKA).

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi I bersama Sub Kontraktor dalam hal ini PT Krida Sejahtera Jaya (KSJ), mengungkap kerugian senilai Rp 3 Miliar akibat pihak pemberi kerja PT WIKA lalai dalam kontrak pengadaan meterial yang disepakati.

Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris mengatakan Dewan memfasilitasi, sebab perselisihan ini berdampak langsung kepada warga Bontang yang bekerja perusahaan Sub Kontraktor.

Baca juga: Pendaftaran BUPM Gelombang Kedua Bakal Dibuka, Diskop Bontang Utamakan Pendaftar Lama

“Saya minta bukti-bukti kesepakatan kerja antara KSJ dengan PT WIKA untuk menjadi bahan kami dalam rangka mendalami perselihan ini,” kata Agus Haris saat dikonfirmasi, Selasa (1/11/2022)

Agus Haris pun menyayangkan ketidak hadiran PT WIKA saat RDP tersebut.

Kata dia, jika dalam panggilan ke tiga kali kembali tidak hadir maka Dewan akan mengutus Komisi I melakukan sidak ke PT Wika.

“Kalau sampai tiga kali tidak datang, kami akan utus Komisi I kesana,” katanya.

Baca juga: Penyaluran BLT BBM Pemkot Bontang Dijadwalkan November Pekan Kedua

Hal sedana juga disampaikan Anggota Komisi I DPRD, Irfan.

Kata Irfan, persoalan ini mesti cepat diselesaikan sebab menyangkut nasib para pekerja lokal yang sempat dipekerjakan PT KSJ.

Sehingga pihaknya perlu mengetahui leboh dulu terkait isi kesepakatan kerjasama kedua belah pihak.

“Kesepakatan terkait kontrak meski lewat email sekalipun memang harus dipertanyakan. Makanya kita undang. Tapi kalau kita undang tapi tidak datang lagi, bakal kami sidak,” tegas Irfan.

Baca juga: Mati Lampu di Bontang dan Sangatta Kutai Timur, PLN Memohon Maaf

Irfan menambahkan, kejadian seperti ini tidak boleh dibiarkan karena terkesan dianggap remeh permasalahan yang merugikan kontraktor lokal Bontang.

“Kalau dibiarkan nantinya pihak PT WIKA menganggap ini tidak apa-apa. Tapi kalo dasarnya SPK, ya wajib dibayar,” tegas Irfan.

Sementara itu, Projek Manager PT KSJ Andi Herman menuturkan, pihaknya merasa sangat dirugikan akibat PT WIKA ingkar janji dari kontrak kerja.

Baca juga: Pengedar Barang Haram di Guntung Bontang Diciduk Polisi Saat Meracik

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved