Selasa, 7 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Jalan Pattimura di Samarinda Seberang Alami Patahan, Warga Gelar Aksi Protes

Setelah ratusan warga transmigrasi melakukan aksi demo penutupan Jalan Poros Simpang Pasir Palaran, kini warga di Jalan Pattimura, RT 14 dab 17, Kelur

Penulis: Rita Lavenia |
TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
Kondisi Jalan Pattimura, Kelurahan Mangkupalas, Samarinda Seberang mengalami patahan dan perlahan ambles. TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Setelah ratusan warga transmigrasi melakukan aksi demo penutupan Jalan Poros Simpang Pasir Palaran, kini warga di Jalan Pattimura, RT 14 dab 17, Kelurahan Mangkupalas, Kecamatan Samarinda melakukan hal serupa.

Hal ini dikarenakan puluhan warga yang mengatasnamakan diri sebagai Persatuan Warga Peduli Samarinda Seberang ini mengkhawatirkan kondisi jalan Pattimura yang kini mengalami patahan dan perlahan ambruk.

Menurut penilaian warga, kondisi tersebut semakin diperparah setelah seluruh kendaraan industri hanya bisa melalui jalur Provinsi itu, imbas ditutupnya jalan Poros Simpang Pasir.

Aksi ini pun sempat membuat kepadatan lalu lintas selama kurang lebih 30 menit lamanya.

Tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli bersama jajarannya bersama unsur TNI serta Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Kota Samarinda juga staf Kecamatan Samarinda Seberang turun menemui simpatisan aksi serta meninjau lokasi jalan amblas tersebut.

Baca juga: Buntut Aksi Warga Palaran Tutup Jalan, Polisi Gelar Rekayasa Lalu Lintas, Mobil Pribadi Boleh Lewat

Sekitar pukul 11.35 WITA, rombongan tiba di titik jalan ambles tersebut. Benar saja terlihat jelas patahan jalan dengan lebar 30-50 centimeter.

Selain itu, ditemukan abrasi gorong-gorong amblas di salah satu rumah warga dengan lebar 2 meter dengan kedalaman 5 meter.

Kombes Pol Ary Fadli menyatakan memang kondisi jalan cukup riskan untuk dilalui.

Namun, lanjutnya, pemerintah dan pihak terkait tentu sudah melakukan tindakan antisipasi dan analisa untuk menemukan solusi.

"Jadi dari pada melakukan aksi penutupan yang dapat mengganggu mobilitas bersama, bisa melakukan upaya yang lebih baik yaitu bersurat kepada Pemprov dan diskusi.

Saya yakin motivasi dari seluruh warga ini adalah untuk tujuan yang baik. Jadi mari kita bahas bersama untuk menemukan solusi terbaik," ujarnya.

Baca juga: Soal Penutupan Jalan oleh Warga Eks Transmigran di Palaran, Ini Respon Disnakertans Kaltim

Sementara itu, Koordinator Aksi, Rusdiansyah Rais mengatakan, pihaknya menyambut baik tindak lanjut dari Pemerintah Kota Samarinda melalui BPBD yang turun langsung ke lokasi untuk selanjutnya diteruskan kepada instansi terkait.

"Kami beri waktu sampai Senin (7/11) mendatang. Jika ternyata tidak ada tindak lanjut dan jalan semakin parah yang tentu berpotensi membahayakan masyarakta, kami akan turunkan massa yang lebih banyak lagi," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved