Virus Corona di Balikpapan
Penambahan Konfirmasi Positif Covid-19 di Balikpapan Capai 50 Kasus Perhari
Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kaltim belum mengalami penurunan
TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN- Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kaltim belum mengalami penurunan.
Bahkan, hingga saat ini lonjakan kasus masih terjadi di sejumlah wilayah.
Kota Balikpapan juga masih menyandang status zona merah yang ditetapkan oleh Satgas Covid-19 Provinsi Kaltim.
Hal ini mengacu pada penambahan kasus setiap harinya yang mencapai lebih dari 50 kasus.
Baca juga: Kecamatan Penajam PPU Masih Status Zona Orange Covid-19
Baca juga: Update Covid-19 di Kaltim Hari Ini, Kasus Harian Positif, Sembuh dan Meninggal Bertambah
"Untuk evaluasi harian, Kota Balikpapan saat ini memang ada peningkatan kasus antara 40 sampai 50 kasus terkonfirmasi positif perhari yang terlokalisir pada kelompok-kelompok kerja, baik yang akan masuk ke lokasi kerja maupun yang melakukan perjalanan," terang Andi Sri Juliarty, Juru Bicara didampingi oleh Zulkifli, Kepala Bidang Keamanan dan Penegakan Hukum serta juga dua Wakil Ketua Satgas Covid-19 Kota Balikpapan Kolonel Inf Faisal Rizal dan Kombes Pol Vincentius Thirdy Hadmiarso pada saat menyampaikan update kasus Covid-19 di Kota Balikpapan, Kamis (10/11).
Secara harian, Kota Balikpapan memang berada di Level 3 yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI, mengacu pada penambahan kasus hariannya.
"Oleh karena itu, mari kita tetap meningkatkan kewaspadaan dengan menerapkan protokol kesehatan, terutama memakai masker," tuturnya.
Namun, mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) yang diperbaharui 8 November lalu, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Balikpapan masih pada level 1.
"Alhamdulillah, PPKM kita masih di level 1 sampai dengan 5 Desember 2022 mendatang," imbuhnya.
Sementara itu, untuk keterisian rumah sakit yang menjadi rujukan Covid-19 sendiri, kondisinya masih relatif aman. "Bed Occupation Rate (BOR) untuk ruang isolasi masih berada pada angka 6 persen dan ruang ICU 7 persen," katanya.
Wanita yang akrab disapa Dio ini menegaskan, semua rumah sakit yang ada di Balikpapan diimbau untuk tetap melakukan kesiapsiagaan dengan membuka layanan-layanan Covid-19.
Karena, saat ini memang ada beberapa kondisi penyakit yang gejalanya hampir mirip dengan gejala Covid-19, yaitu demam, batuk, dan pilek.
"Bisa jadi Covid-19, bisa jadi DBD (Demam Berdarah Dengue) dan memang sedang musim batuk pilek (bapil) karena kondisi cuaca juga," tukasnya.
Baca juga: Update Covid-19 di Kaltim, Positif Harian Bertambah 190 Kasus, 133 Sembuh dan 2 Meninggal Dunia
Dio juga mengimbau masyarakat untuk segera melakukan pemeriksaan kesehatan, jika menemukan gejala batuk, pilek dan demam.
Adapun, kasus terkonfirmasi terbanyak pada minggu ini terjadi di wilayah Balikpapan Utara dengan 58 kasus, disusul dengan Balikpapan Selatan sebanyak 42 kasus.
"Untuk kelurahan, terbanyak di Gunung Samarinda dengan 19 kasus disusul Kelurahan Sungai Nangka sebanyak 16 kasus. R0 (rasio penularan) kita masih di angka 0,43. Artinya, masih aman untuk pemerintah, swasta dan masyarakat melakukan kegiatan, tetap dengan prokes," paparnya.
Sejauh ini, varian baru yang ditemukan Kemenkes RI, yaitu XBB belum ditemukan di Kota Balikpapan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Satgas-Covid-19-Kota-Balikpapan-mengupdate-status-PPKM.jpg)