Senin, 11 Mei 2026

Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar, Kadisdik Kutim Sebut Butuh Dukungan Orangtua

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kutai Timur Irma Yuwinda menyebut penerapan Kurikulum Merdeka membutuhkan dukungan dari orangtua siswa.

Tayang:
Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Diah Anggraeni
TribunKaltim.co/Syifa'ul Mirfaqo
Peluncuran implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di SDN 001 Sangatta Utara, Kutai Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO - Dukungan dari orangtua siswa terhadap program Merdeka Belajar diperlukan untuk mempercepat transformasi kualitas pendidikan, khususnya di Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Pernyataan ini disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kutim, Irma Yuwinda, menyusul menerapkan program merdeka belajar yang telah dimulai tahun ini.

Disdik Kutim telah menyosialisasikan bahwa tahun ini Dinas Pendidikan telah menerapkan program merdeka belajar.

"Orang tua punya anak sekolah, jadi merdeka belajar dimaknai tidak hanya kewajiban tenga pendidik tapi juga orang tua,” ujar Irma pada TribunKaltim.co, Jumat (11/11/2022).

Baca juga: Kewenangan Kelautan Diambil Alih Pusat, DKP Kutim Kini Fokus Menaungi Perikanan

Sebelumnya, Kabid Pendidikan Dasar Disdik Kutim, Uud Sudiharjo memaparkan berbagai hal terkait tiga pilihan implementasi Kurikulum Merdeka Jalur Mandiri yang bisa diaplikasikan yakni Mandiri Belajar, Mandiri Berubah, dan Mandiri Berbagi.

Mandiri Belajar memberikan kebebasan kepada satuan pendidikan saat menerapkan Kurikulum Merdeka di beberapa bagian dan prinsip Kurikulum Merdeka.

Penerapan tersebut tanpa mengganti kurikulum satuan pendidikan yang sedang diterapkan.

Sementara Mandiri Berubah memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan saat menerapkan Kurikulum Merdeka dengan menggunakan perangkat ajar yang sudah disediakan pada satuan pendidikan.

Untuk Mandiri Berbagi akan memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan dalam menerapkan Kurikulum Merdeka, dengan mengembangkan sendiri berbagai perangkat ajar pada satuan pendidikan.

"Kalau Mandiri Berbagi memang kita belum mengarah ke sana, tapi untuk wilayah Kutai Timur ada beberapa sekolah sebenarnya yang potensi bisa berbagi tapi kita sepakat dulu mandiri berubah aja dulu,” ucapnya.

Baca juga: Tingkatkan Hasil Produksi Nelayan dan Pembudi Daya, DKP Kutim Jalankan Tiga Program Bantuan

UUD merinci jumlah satuan pendidikan jenjang SD yang menerapkan kurikulum tersebut.

"Kalau mandiri belajar itu ada 36 sekolah, kemudian mandiri berubah ada 143. Sisanya ada 51 sekolah yang menjadi PR kami, khususnya di bidang pendidikan dasar, sekolah ini tetap, karena kita sudah evaluasi kami Kurikulum Merdeka ini sangat efektif untuk pemulihan (pendidikan)," ujarnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved