Berita Nasional Terkini
44 Juta Data MyPertamina Bocor akan Dijual Bjorka , Pakar Kritik Kinerja Tim Satgasus
44 juta data akun MyPertamina bocor dan akan dijual oleh hacker Bjorka , pakar pun mengkritik kinerja tim Satgasus.
TRIBUNKALTIM.CO - 44 juta data akun MyPertamina bocor dan akan dijual oleh hacker Bjorka , pakar pun mengkritik kinerja tim Satgasus.
Tim Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Perlindungan data yang sebelumnya telah dibentuk merespons aksi hacker Bjorka dinilai tak efektif.
Pasalnya, hingga kini Bjorka masih mampu meretas data-data milik pemerintah dan warga Indonesia.
Hacker Bjorka kembali berulah, kali ini masyarakat disuguhkan lagi kasus kebocoran data aplikasi MyPertamina.
Bjorka sebelumnya telah aktif membocorkan dan menjual data penyelenggara sistem elektronik di Indonesia.
Baca juga: Anggaran Siber Meningkat di Tengah Maraknya Kasus Peretasan, Rocky Gerung Singgung soal Bjorka
Di antaranya data di PLN, Indihome, data sim card, dan 105 juta data pemilih KPU, hingga data pribadi pejabat pemerintah.
Pakar Digital Forensik, Pratama Persadha, mempertanyakan kinerja tim Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Perlindungan data yang sebelumnya telah dibentuk merespons aksi hacker Bjorka.
Tim khusus tersebut terdiri dari dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Badan Intelijen Negara (BIN), hingga Polri.
"Saya kemarin sempat menaruh harapan cukup tinggi pada Satgasus, karena sebelumnya susah mengumpulkan stakeholder siber ini susah sekali."
"Kalau sampai saat ini saya tidak ngerti kerjanya apa ya," kata Pratama dalam program Sapa Indonesia Malam, KompasTv, dikutip Tribunnews.com, Jumat (11/11/2022).
Baca juga: Nikita Mirzani Ancam Bongkar Identitas Bjorka, Nyai Ejek Bjorka Ambil Data di Kelurahan dan Google
Pratama menilai, Satgasus yang telah dibentuk pemerintah ini salah mengambil langkah dalam mengatasi kejahatan siber di Indonesia khususnya pada kasus Bjorka.
Ia menganggap Satgasus lebih berfokus dalam mencari pelaku Bjorka dibanding memperkuat keamanan siber.
"Sayangnya ketika sudah dibentuk target utamanya adalah nyari Bjorka ini, yang akhirnya nyari di Cirebon, Madiun yang ternyata salah sama sekali bukan itu."
"Buktinya sekarang Bjorka masih leluasa lempar-lempar data curiannya itu," imbuhnya.
Menurut Pratama, seharusnya tim khusus melakukan assesement secara menyeluruh pada sistem siber yang ada di Indonesia terlebih dahulu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Bjorka-kembali-beraksi-dengan-menjual-44-juta-data.jpg)