Berita Samarinda Terkini
Dinkes Kaltim Gelar Pemeriksaan Kesehatan dan Deteksi Dini Kanker di Samarinda
Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) jatuh setiap tanggal 12 November dan tahun ini merupakan HKN yang ke-58 di Samarinda
Penulis: Nevrianto | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) jatuh setiap tanggal 12 November dan tahun ini merupakan HKN yang ke-58.
Event kali ini mengusung tema “Bangkit Indonesiaku Sehat Negeriku.”
Tema ini diusung seiring dengan transisi dari pandemik ke endemi sebagai momentum bangkitnya semangat optimisme seluruh seluruh komponen masyarakat dan awal pulihnya berbagai sektor di masyarakat.
Dalam rangkaian peringatan HKN ke-58 di Kalimantan Timur, Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur dan Yayasan Kanker Indonesia Cabang Kalimantan Timur.
Baca juga: 5 Manfaat Mengonsumsi Bawang Putih Mentah bagi Kesehatan Tubuh, Menurunkan Risiko Penyakit Kanker
Menggelar acara Pemerikasaan Deteksi Dini Kanker (IVA Test), Pemeriksaan Payudara secara Klinis (SADANIS) dan Pemeriksaan Kesehatan Berkala (Gula Darah, Tekanan, Darah dan IMT).
Acara dilangsungkan di Gelora Kadrie Oening, Teras UPTD PPO Dispora Kaltim, Jalan Wahid Hasyim Sempaja Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kalimantan Timur pada Minggu (13/11/2022).
Kegiatan dibuka oleh Wakil Gubernur Kaltim, H Hadi Mulyadi yang didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim dr. Jaya Mualimin, Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Provinsi Kaltim Hj. Ecik Widyani serta dihadiri oleh seluruh pengurus YKI.
Sorotan Pola Makan dan Stunting
Dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjaga kesehatan, termasuk pola makan dan yang tidak kalah penting adalah masalah stunting.
Meski angka stunting di Kaltim berada di bawah angka nasional namun stunting harus dapat dicegah melalui 3 sasaran objek pencegahan.
"Yakni pada wanita yang mau menikah, saat hamil dan pada saat menyusui,” tuturnya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, dr Jaya Mualimin menekankan pentingnya upaya promotif dan preventif tanpa meninggalkan upaya kuratif dan rehabilitatif.
Baca juga: Penarikan Sampo Kering Dove hingga TRESemme, BPOM Bersikap dan soal Efek Kanker
Hal ini dalam upaya pembangunan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat di Kalimantan Timur.
Serta upaya kolaborasi semua unsur dalam mencapai pembangunan kesehatan yang optimal di Provinsi Kalimantan Timur.
“Kami membuka peluang semua pihak untuk dapat bersama-sama mewujudkan pembangunan kesehatan di Kaltim," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/gula-darah-tekanan-di-smd.jpg)