Berita Nasional Terkini

Musra Relawan Jokowi Terus Dilaksanakan, Rocky Gerung: Ada Hasrat Kekuasaan Kembali

Pengamat politik Rocky Gerung bersama Hersubeno Arief soroti adanya Musra yaitu merupakan forum dari relawan Jokowi yang terus dilaksanakan.

Penulis: Amilia Lusintha | Editor: Amilia Lusintha
Youtube/Rocky Gerung Official
Pengamat politik Rocky Gerung bersama Hersubeno Arief soroti adanya Musra yaitu merupakan forum dari relawan Jokowi yang terus dilaksanakan. 

TRIBUNKALTIM.CO - Pengamat politik Rocky Gerung bersama Hersubeno Arief soroti adanya Musra yaitu merupakan forum dari relawan Jokowi yang terus dilaksanakan.

Hersubeno Arief juga menyoroti gelaran Musra di Makassar oleh Relawan Jokowi yang sempat ditunda kemudian dilanjutkan.

"Padahal tadinya kita menduga, dengan Musra dibatalkan berari pak Jokowi sudah mulai menyadari untuk menurunkan hasratnya untuk melanjutkan kepemimpinannya lagi," kata Hersubeno Arief dalam tayangan (Rocky Gerung Official), Senin (14/11/2022).

"Dimana ada kesempatan, beliau melihat celah untuk memperpanjang kekuasaan," komentar Rocky Gerung.

Terkait adanya pelaksanaan Musra yang terus dilaksanakan ini, Rocky Gerung membaca bahwa setiap ada kesempatan ada hasrat kekuasaan yang akan timbul.

"Apalagi tidak ada kepastian bahwa misalnya Prabowo akan melanjutkan Ibu Kota Negara, atau Anies Baswedan yang tidak pasti akan melanjutkan IKN," ujar Rocky Gerung.

Rocky Gerung membaca bahwa sebenarnya dalam kalkulasi psikologi, Presiden Jokowi memiliki kecemasan dimasa depan.

"Jadi kalau pak Jokowi bilang ingin kembali ke Solo saat sudah tidak menjabat, itu beliau kasih sinyal saja bahwa keadaannya harus dipikirkan oleh orang lain," kata Rocky Gerung.

Mengomentari adanya Musra, Rocky Gerung mengatakan bahwa di dalam forum ini terdapat banyak akademisi yang bisa memanipulasi statistik, opini publik.

Baca juga: Penduduk Manusia Capai 8 Miliar, Rocky Gerung: Bonus Demografi Bukan Bonus Penduduk

"Dosen-dosen UI, UGM, ITB, direkrut menjadi semacam dewan pakar disitu," ujar Rocky Gerung.

Rocky Gerung menyampaikan bahwa jika dosen-dosen tersebut masih memiliki cukup IQ, harusnya mereka menghentikan Musra supaya perpolitikan masuk ke dalam wilayah formal.

"Tetapi, mereka ini menunggu honor panitia, jadi semakin sering Musra itu ada maka semakin tinggi honor yang didapat," komentar Rocky Gerung.

Berkaitan hal tersebut, Rocky Gerung menyampaikan bahwa itulah yang jadi penilaian etis dari intelektual dan akedemisi.

"Ambisi dari Pak Jokowi dibaca oleh relawan Musra, lalu saling garuk-garuk punggung," ujar Rocky Gerung.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved