Berita Nasional Terkini

Penduduk Manusia Capai 8 Miliar, Rocky Gerung: Bonus Demografi Bukan Bonus Penduduk

Pengamat politik Rocky Gerung bersama Hersubeno Arief soroti penduduk dunia yang telah mencapai angka 8 miliar.

Penulis: Amilia Lusintha | Editor: Amilia Lusintha
Youtube/Rocky Gerung Official
Pengamat politik Rocky Gerung bersama Hersubeno Arief soroti penduduk dunia yang telah mencapai angka 8 miliar. 

TRIBUNKALTIM.CO - Pengamat politik Rocky Gerung bersama Hersubeno Arief soroti penduduk dunia yang telah mencapai angka 8 miliar.

Disampaikan oleh Hersubeno Arief dalam tayangan Rocky Gerung bahwa ada pertambahan dari tahun ke tahun.

"Saya intip penduduk Indonesia berapa ternyata 275 juta, dan dalam satu tahun terakhir bertambah 0,54 persen," Kata Hersubeno Arief dalam tayangan YouTube (Rocky Gerung Official), Minggu (13/11/2022).

Menurut Hersubeno Arief, dengan adanya peningkatan pada pertumbuhan penduduk di Indonesia, publik akan menilai faktor kesehatan, faktor gizi dan lainnya bagus.

"Tetapi di satu sisi kita juga melihat bahwa ada persoalan serius dengan pertumbuhan daya dukung lahan, kualitas SDM, dan orang yang menyebut sebagai bonus demografi," ujar Hersubeno Arief.

Mengomentari hal tersebut, Rocky Gerung mengatakan bahwa kadang kala orang bergairah lagi akan dengan istilah bonus demografi.

Disampaikan oleh Rocky Gerung bahwa pemahaman bonus demografi dianggap sebagai bonus penduduk, padahal bonus demografi tidak diartikan seperti itu.

"Jadi bonus demografi itu artinya ada penduduk yang terdidik, punya kesehatan bagus, otaknya tumbuh. Kalau kita anggap itu yang akan kita peroleh, maka istilahnya bukan bonus demografi, tapi demografi dividen," kata Rocky Gerung.

Disampaikan oleh Rocky Gerung apa perbedaan antara bonus demografi dan dividen demografi yaitu di dalam teori demografi, tidak ada istilah bonus demografi justru adanya dividen demografi.

Baca juga: Rocky Gerung: Ketidakhadiran Putin dan Zelensky dalam Forum G20 di Bali Tidak Ada Nilainya

"Karena untuk memperoleh dividen, musti investasi dulu. Investasinya justru di bidang kesehatan, terutama pendidikan," kata Rocky Gerung.

Menurut Rocky Gerung hal tersebut dilakukan supaya 0,54 persen bertambahnya penduduk ini benar datang dari hasil investasi sumber daya.

"Jika melihat statistik dunia, Indonesia itu rata-rata IQ-nya di Asia 70 di urutan bawah," kata Rocky Gerung.

"Jadi gak mungkin IQ buruk itu yang disebabkan oleh stunting, sistem pendidikan yang kacau, dan ekonomi yang buruk," lanjut Rocky Gerung.

Menurut Rocky Gerung, kadang kala Presiden Jokowi juga tidak paham bahwa bonus demografi itu hasil investasi untuk dapat dividen demografi.

Baca juga: Tabur Bunga Tragedi Itaewon, Rocky Gerung: Netizen Berhak Nilai Tindakan Megawati dan Puan Maharani

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved