Berita Bontang Terkini
Tahap Pembersihan Lahan, Warga RT 04 Gunung Telihan Garap Progam Budidaya Lele dan Tanaman Sayur
Warga RT 04 Gunung Telihan kini mulai tahapam pengerjaan fisik untuk pelaksaan program urban farming sebelum dana stimulan cair bulan depan.
Penulis: Ismail Usman | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Warga RT 04 Gunung Telihan Kota Bontang kini mulai tahapam pengerjaan fisik untuk pelaksaan program urban farming sebelum dana stimulan cair bulan depan.
Ketua RT 04 Kelurahan Gunung Telihan Chaeruddin Chatib menuturkan, warga saat ini telah melakukan pembersihan lahan yang merupaka lokasi budidaya tepatnya di belakang Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU), Jalan Bangka.
Lokasi yang dipilih itu berdasarkan keputusan antar RT. Mengingat beberapa RT di Telihan tidak memiliki lahan sendiri untuk ditempati melaksanakan program.
"Beberapa RT yang tergabung dalam Pokmas Cempaka akan melakukan budidaya di belakang Gedung BPU. Mereka juga tak mempunyai lahan kosong untuk pelaksanaan budidaya," kata Chaeruddin saat dikonfirmasi, Rabu (16/11/2022).
Baca juga: DPRD Bontang Sambut Baik Acara Pesta Laut, Pemkot Diminta Perbaiki Fasilitas Wisata Bontang Kuala
Ia menjelaskan, program urban farming yang dilaksanakan yakni pembudidayaan ikan tawar kolam terpal.
Wacananya ada 4 kolam yang disediakan, dangan ukuran 2X2,5 meter dan 1X0,5 Meter.
Kolam tersebut akan diisi ikan lele sebanyak 1.786 bibit.
Selain kolam terpal, warga juga akan menggarap budidaya tanaman sayuran secara swadaya.
Baca juga: Diskop-UKMP Bakal Tertibkan PKL di Pinggir Jalan Pasar Tamrin Bontang
Budidaya sayuran itu akan menggunakan wadah polybag.
"Totalnya ada 4 kolam. Iya dana stimulan RT sudah cair 50 persen," ungkapnya.
Ia mengatakan, hasil panen dari budidaya ini akan dijual untuk warga sekitar dengan harga murah. Di RT 04 terdapat 98 Kepala Keluarga (KK).
Namun jika hasilnya banyak, tidak menutup kemungkinan juga akan dijual ke pasar dengan harga yang bersaing.
Baca juga: Buka Perhelatan Pesta Laut 2022, Wawali Najirah Harap Bisa Tarik Wisatawan ke Bontang Kuala
Sedangkan untuk dana hasil panen akan diberikan bagi penerima manfaat yang turut serta menggarap kegiatan secara swadaya.
"Iya harga disesuaikan dengan kebutuhan warga. Intinya harga yang kami berikan lebih murah dari pasaran," terangnya.
Harapnya, program ini dapat berdampak pada peningkatan ekonomi dan pemberdayaan sosial masyarakat.
"Semoga program ini dapat terus berkelanjutan, demi kepenting kemandirian ekonomi masyarakat," tandasnya. (*)