Rabu, 3 Juni 2026

Berita Balikpapan Terkini

PT BRM Pile Bantah Hambat Pengerjaan Normalisasi DAS Ampal

Salah satunya, diberitakan sebelumnya, progres 0,9 persen dari proyek yang sedang berjalan ini juga disebabkan pabrikasi beton precast

Tayang:
Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NIKEN DWI SITONINGRUM
Ilustrasi pekerjaan drainase di perumahan Taman Sari Wika terkait normalisasi DAS Ampal. TRIBUNKALTIM.CO/NIKEN DWI SITONINGRUM 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Keterlambatan progres proyek pengerjaan normalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, disebut karena beberapa faktor.

Salah satunya, diberitakan sebelumnya, progres 0,9 persen dari proyek yang sedang berjalan ini juga disebabkan pabrikasi beton precast yang dinilai lambat.

Diketahui, penyedia beton precast untuk proyek ini adalah PT Balikpapan Ready Mix (BRM) Pile. Sementara itu, dikonfirmasi terkait hal ini Pemilik BRM Group, induk PT BRM Pile, Roy Nirwan menampik keterlambatan progres tersebut dikarenakan lambatnya supply barang dari pihaknya beberapa waktu lalu.

"Tidak ada masalah dengan produksi precast. Pesanan mereka (kontraktor) sudah kami cetak," kata Roy Nirwan baru-baru ini.

Baca juga: Pengerjaan Normalisasi DAS Ampal di Wika Balikpapan Membahayakan Anak-anak

Ia membantah keterlambatan produksi precast dari pihaknya yang dikatakan pihak kontraktor menjadi kendala yang berdampak juga pada keterlambatan progres pengerjaan proyek bernilai Rp 136 Miliar ini.

"Jadi, tidak benar itu kalau dibilang produksi precast belum selesai. Kami ini perusahaan profesional," tegasnya.

Roy juga sempat menunjukkan tumpukan beton precast dan box culvert yang sudah selesai siap diangkut dan bahkan bahan baku material pembuatan beton precast sejumlah ribuan kubik siap produksi yang berada di pabrik BRM Pile di Kawasan Industri Kariangau.

Hal ini tidak sesuai dengan pernyataan pihak PT Fahreza Duta Perkasa. Roy menjelaskan tumpukan beton precast yang masih berada di wilayah pabriknya ini belum diberikan kepada pihak kontraktor pelaksana, karena belum tuntasnya permasalahan administrasi.

PT BRM Pile bahkan sudah mengirimkan puluhan beton precast dari total 130 yang sudah diproduksi pihaknya sesuai ukuran pesanan ke salah satu titik pengerjaan normalisasi DAS Ampal di Perumahan Taman Sari Wika.

"Ada urusan administrasi yang belum diselesaikan oleh kontraktor. Jadi kami belum bisa mengirim (precast), bukan karena produksi precast yang bermasalah. Ini harus diluruskan," terang Roy.

Ia mengatakan, pihak BRM telah memberikan kelonggaran kepada pihak kontraktor pelaksana karena proyek penanganan banjir ini merupakan program prioritas Pemerintah Kota Balikpapan demi kepentingan masyarakat banyak.

"Jadi, kami memberi kelonggaran. Meski administrasinya belum tuntas, precast sudah ada yang kami kirim. Ini karena kami juga beranggapan proyek ini memang prioritas pemerintah," paparnya.

Ditanyai perihal administrasi yang dimaksud, Roy enggan menjelaskan lebih lanjut terkait hal itu. "Silakan disimpulkan sendiri," imbuhnya.

Baca juga: Kucurkan Rp 17 Miliar Uang Muka, Progres Normalisasi DAS Ampal Baru Selesai 0,9 Persen

Roy menambahkan, precast untuk proyek DAS Ampal juga merupakan jenis custom yang dicetak secara khusus mengikuti ukuran yang dibutuhkan pada proyek tersebut.

Begitu pun, plat yang digunakan BRM untuk mencetak beton precast yang tidak dapat menggunakan plat cetakan ukuran pabrikan.

“Namun untuk pengiriman semua precast, BRM menunggu kontraktor menyelesaikan administrasi,” tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved