Gempa Cianjur

Gempa Cianjur Berjenis Tektonik Kerak Dangkal, Meski Hanya M 5,6 Namun Sangat Merusak

Gempa Cianjur berjenis tektonik kerak dangkal, meski kekuatannya hanya magnitudo 5,6 namun sangat merusak.

Tribunnews.com/ Adi Suhendi
Dini Hamdani (52), warga RT3 RW 2 Desa Gasol, Kecamatan Cugenang, Cianjur saat hendak menunjukan rumahnya yang hancur, Selasa (22/11/2022). Gempa Cianjur berjenis tektonik kerak dangkal, meski kekuatannya hanya magnitudo 5,6 namun sangat merusak. 

TRIBUNKALTIM.CO - Gempa Cianjur berjenis tektonik kerak dangkal, meski kekuatannya hanya magnitudo 5,6 namun sangat merusak.

Apa itu gempa tektonik kerak dangkal yang terjadi di Cianjur, Jawa Barat yang mengakibatkan kerusakan cukup parah dan menelan korban sangat banyak.

Update terakhir, korban meninggal dunia sudah mencapai 162 orang dan ratusan lainnya luka-luka.

Kepala Pusat BMKG pun menjelaskan mengapa Gempa Cianjur membuat kerusakan cukup parah.

Baca juga: Update Berita Gempa Cianjur 21 November 2022 Terbaru Hari Ini, Terkuak Penyebab Gempa Sangat Merusak

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono mengatakan, skala gempa bumi yang mengguncang Cianjur, Jawa Barat, pada Senin (21/11/2022) siang sebenarnya tidak terlalu besar.

Namun, gempa bermagnitudo 5,6 itu menimbulkan kerusakan signifikan karena berjenis tektonik kerak dangkal atau shallow crustal earthquake.

"Karakteristik shallow crustal earthquake sangat dangkal. Jadi memang energinya itu dari pusat yang dipancarkan, yang diradiasikan ke permukaan tanah itu masih kuat," kata Daryono dalam tayangan Kompas TV, Selasa (22/11/2022).

Selain itu, kata Daryono, struktur bangunan di wilayah terdampak tidak memenuhi standar tahan gempa.

Banyak sekali rumah yang dibangun tanpa mengindahkan struktur aman gempa karena menggunakan besi tulangan atau semen standar.

Lokasi permukiman penduduk yang berada di daerah tanah lunak juga menyebabkan resonansi gelombang gempa yang akhirnya mengamplifikasi atau memperbesar dampak getaran gempa.

Baca juga: Sesar Cimandiri Bukan Satu-satunya, Sejumlah Sumber Gempa Lain di Jakarta dan Jawa Barat

Belum lagi, di daerah perbukitan atau lereng, rumah-rumah penduduk mengalami kerusakan parah lantaran topografi wilayah tersebut tidak stabil.

"Gempa itu sebenarnya tidak membunuh dan melukai, tapi bangunan yang tidak standar aman gempa yang kemudian roboh yang menimpa penghuninya itu menjadi penyebab jatuhnya korban jiwa dan luka," ujar Daryono, seperti dilansir dari Kompas.com.

Lebih lanjut, Daryono menjelaskan, gempa Cianjur dipicu oleh pergerakan sesar Cimandiri.

Proses pencarian korban yang tertimbun minimarket di Kampung Kadudampit, Desa Rancagoong, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur berhasil diselematkan, Senin (21/11/2022). Update gempa Cianjur, 162 orang meninggal, mayoritas adalah anak-anak. BMKG menyebut terjadi sebanyak 90 kali gempa susulan di Cianjur dan Sukabumi
Proses pencarian korban yang tertimbun minimarket di Kampung Kadudampit, Desa Rancagoong, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur berhasil diselematkan, Senin (21/11/2022). Update gempa Cianjur, 162 orang meninggal, mayoritas adalah anak-anak. BMKG menyebut terjadi sebanyak 90 kali gempa susulan di Cianjur dan Sukabumi (Tribun Jabar/ Deanza Falevi)

Dalam sejarahnya, daerah-daerah di sekitar sesar Cimandiri kerap diguncang gempa, termasuk yang berkekuatan besar.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved