Berita Kaltim Terkini

3 Wilayah Pilot Project Food Estate di Kaltim Terus Diidentifikasi Dinas PTPH 

Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kaltim (DPTPH) terkait food estate di Kalimantan Timur menyebut, pihaknya masih terus

Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Kepala Dinas Pangan dan Tanaman Hortikultura (DPTPH) Kaltim, Siti Farisyah Yana saat ditemui, membeberkan program food estate masih terus dikaji dan identifikasi. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kaltim (DPTPH) terkait food estate di Kalimantan Timur menyebut, pihaknya masih terus melakukan identifikasi.

Kepala Dinas Pangan dan Tanaman Hortikultura (DPTPH) Kaltim, Siti Farisyah Yana, mengatakan pihaknya melakukan identifikasi bertujuan untuk mengetahui apa yang jadi kebutuhan setiap daerah untuk mengembangkan food estate .

"Kita masih melakukan identifikasi dan persyaratan dari Kabupaten/Kota, karena kebutuhan mereka berbeda-beda di tiap lokasinya," sebutnya kepada TribunKaltim.co pada Minggu (27/11/2022).

Pembangunan kawasan food estate sendiri direncanakan seluas 10.682 hektare berlokasi di 3 Kabupaten di Kalimantan Timur. 

Baca juga: 3 Kawasan Food Estate di Kaltim, Wagub Hadi Mulyadi Minta Dukungan Pemerintah Pusat

Kutai Kartanegara dengan 8.028 hektare, Penajam Paser Utara 1.500 hektare, dan Paser 1.154 hektare.

Sebenarnya kalau kendala tidak ada, untuk lahannya di 3 wilayah itu saja, yakni Kukar, Penajam Paser Utara dan Kabupaten Paser.

"Kita dorong agar dijaga dan dipertahankan, 3 wilayah ini pilot project," terang Yana sapaan akrab Kepala Dinas PTPH Kaltim ini.

Daerah Lain Terkendala

Diakuinya bahwa lahan yang tersedia untuk food estate memang berpotensi hanya di 3 wilayah tersebut.

Di daerah lain belum bisa karena memiliki kendala tidak terpusat seperti di Kukar, PPU, dan Paser.

"Karena kita tidak punya lahan untuk cetak sawah yang luas dan satu hamparan, sulit sekali," ujarnya.

Berbicara ketahanan pangan atau kedaulatan pangan, Yana menerangkan bahwa bagaimana cara pihaknya dari Pemprov menyiapkan bahan pangan untuk ketersediaan yang cukup sampai ke individu masyarakat.

Baca juga: 3 Wilayah di Penajam Paser Utara akan jadi Food Estate IKN Nusantara

Dalam hal pengelolaannya adalah dengan cara mengatur segala kebijakan didalamnya, terlebih ketika ada rencana Kaltim juga turut memenuhi pangan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Jadi kalau kita menghitung, ternyata nanti apalagi ada IKN, kita juga akan bekerja sama dengan Kabupaten/Kota lain untuk melakukan penyediaan (pangan) ini," terang Yana.

Lahan sawah di kawasan jalan Usaha Tani-Betapus Lempake Samarinda Utara, Provinsi Kalimantan Timur, Sabtu (30/7/2022).
Lahan sawah di kawasan jalan Usaha Tani-Betapus Lempake Samarinda Utara, Provinsi Kalimantan Timur, Sabtu (30/7/2022). (TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO)

Dalam waktu bersamaan pula, adanya Misi Dagang dari Provinsi lain yang datang ke Kaltim juga menguntungkan, Yana tak memungkiri bahwa kebutuhan pangan juga turut ditopang dari Provinsi lain yakni Sulawesi dan Jawa.

Misi dagang juga pertukaran bahan (pangan dan hasil dari daerah masing-masing), serta efisiensi ongkos angkutnya.

"Kalau kita punya barang, kirim ke mereka, transportasi angkutnya nanti juga tidak kosong, maksudnya mudah kita akan mendatangkan kesini, tanpa kosong juga (yang diangkut)," pungkas Yana. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved