Berita Berau Terkini

DLHK Berau Usul Pengadaan Alat Pengangkut Sampah untuk Sungai

Pengadaan dua unit kapal pengangkut sampah untuk mengatasi persoalan sampah di Sungai Segah dan Sungai Kelay, Berau, Kalimantan Timur.

Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
Kepala DLHK Berau, Mustakim, menyatakan, pengadaan dua kapal pengangkut sampah membutuhkan anggaran sebesar Rp 400 juta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2023. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau telah mengusulkan pengadaan dua unit kapal pengangkut sampah untuk mengatasi persoalan sampah di Sungai Segah dan Sungai Kelay, Berau, Kalimantan Timur.

Kepala Dinas DLHK Berau, Mustakim Suharjana mengatakan, pengajuan kapal tersebut akan dilakukan pada anggaran tahun 2023 mendatang.

Kapal tersebut akan dipusatkan di perairan sungai Segah dan Kelay.

“Permasalahan di aliran Sungai Kelay dan Segah itu adalah penumpukan sampah yang mengganggu keindahan kota,” ujarnya kepada TribunKaltim.co, Minggu (27/11/2022).

Baca juga: Persoalan Sampah di Daerah Wisata Berau, Bupati Sri Juniarsih Usul Kerjasama Semua Pihak

Keberadaan kapal pengangkut sampah, disebutnya bertujuan untuk mempermudah petugas mengangkut sampah yang berada di aliran sungai.

Lalu dibawa ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Menurutnya, pengadaan kapal untuk meningkatkan pelayanan dalam bidang kebersihan, khususnya pengangkutan sampah dari sungai.

“Salah satunya untuk mempermudah tim kebersihan,” katanya.

Baca juga: Warga RT 16 Tanjung Laut Indah Bontang, Swadaya Budidaya Lele dan Jambu Kristal

Untuk membersihkan sungai, pihaknya masih kekurangan jumlah personel. Akibatnya banyak sampah di sungai yang tertumpuk di dekat pemukiman warga yang berada di bibir sungai.

“Jika sudah ada, kapal tersebut nantinya akan beroperasi secara rutin dan teratur dari kawasan Jalan Milono sampai Jalan Pulau Derawan,” terangnya.

“Selama ini sampah di sungai kerap menumpuk di bantaran sungai maupun tersangkut di bawah permukiman warga yang berada di atas aliran sungai,” sambungnya.

Lanjutnya, kapal pengangkut sampah hanya akan beroperasi di sungai, karena klasifikasi kapal yang akan dianggarkan belum memenuhi standar untuk beroperasi di laut.

Baca juga: Bank Sampah Induk Kota Hijau Balikpapan Sabet Juara Nasional Meng-Emaskan Sampah dari Pegadaian

“Dua unit itu nanti akan kami uji terlebih dahulu, jika unit tersebut beroperasi secara maksimal, maka kami akan tambah lagi, kalau bisa hingga ke perairan laut Berau,” ujarnya.

Direncanakan, pengadaan dua kapal pengangkut sampah membutuhkan anggaran sebesar Rp 400 juta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2023.

Sampah menumpuk di kawasan wisata Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur pada Kamis 5 Mei 2022.
Sampah menumpuk di kawasan wisata Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur pada Kamis 5 Mei 2022. 

Dirinya berharap, inovasi tersebut dapat mengatasi permasalahan sampah di Bumi Batiwakkal. Sebab, kapal itu dapat menampung sampah mencapai 2 ton.

“Secepatnya untuk kapal yang beroperasi di laut akan kami ajukan. Tetapi kami fokus untuk kapal yang beroperasi di sungai. Kapal tersebut akan kita datangkan dari Surabaya,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved