Berita Bontang Terkini

Warga RT 16 Tanjung Laut Indah Bontang, Swadaya Budidaya Lele dan Jambu Kristal

Tak jauh berbeda dari RT lainya, program urban farming ini juga dikelola swadaya oleh warga di RT 16, Kota Bontang.

Penulis: Ismail Usman | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Lahan di RT 16 yang rencananya akan digunakan warga untuk memusatkan kegiatan urban farming yang merupakan agenda dari program stimulan RT Pemkot Bontang, Kalimantan Timur.  

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Warga RT 16 Tanjung Laut Indah, Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur, mulai mendorong aktivitas untuk mweujudkan sejumlah program urban farming untuk menyerap dana stimulan RT.

Tak jauh berbeda dari RT lainya, program urban farming ini juga dikelola swadaya oleh warga di RT 16, Kota Bontang.

Wacananya, warga akan memanfaat satu lokasi berukuran kurang lebih 10x20 di RT 16 untuk dijadikan pusat budidaya tanaman.

Di lokasi itu nanti warga melakukan pembibitan ikan lele dalam kolam, dan penanaman jambu kristal serta sayuran.

Baca juga: Tahap Pembersihan Lahan, Warga RT 04 Gunung Telihan Garap Progam Budidaya Lele dan Tanaman Sayur

Ketua RT 16 Tanjung Laut Indah, Muhammad Tahir mengaku, sejauh ini belum ada gambaran teknis terkait pengelolaan program ini.

Hanya saja untuk perangkat kini sudah mulai dipersiapkan seperti pembuatan 2 kolam dan menyediakan 4 tanaman pot jambu kristal.

Sementara tanaman prangkat media tanam hidroponik belum bisa dilakukan karena anggaran belum diketahui. Termasuknya RAB juga belum jelas.

“Belum jalan. Masih persiapa untuk alat-alatnya. Sekarang ini masih kita rakit kolamnya. Kemudian juga kita sudah sediakan 4 tanaman jambu. Masih sebatas itu progresnya,” kata Muhammad Tahir saat dikonfirmasi, Minggu (27/11/2022).

Baca juga: Kapolda Kaltim Bicara Kiprah Polri Tangani Pandemi, Penuhi Pangan Ajak Masyarakat Budidaya Lele

Muhammad Tahir menjelaskan, nantinya program urban farming akan dikelola kelompok warga yang sebelumnya telah dibentuk.

Dalam kelompok itu berjumlah sebanyak 10 orang yang akan dibagi bidang sistem kerja.

Misalnya sebagian dari mereka akan mengelola budidaya ikan lele dalam kolam. Kemungkinan di RT 16, akan membudidaya 1.500 bibit lele.

Sementara sisa anggota lainya mengerjakan penanaman jambu dan tanaman sayur hidroponik jenis sawi.

“Di RT ada 240 KK. Namun yang tergabung di kelompok warga hanya 10 orang,” bebernya.

Untuk hasil pengelolaan nanti belum diketahui apakah akan langsung dibagi atau hanya untuk anggota kelompok.

Baca juga: Sukses Budidaya Lele dan Kangkung, Kodam VI/Mulawarman & Polda Kaltim Bagikan 4.000 Bibit Ikan Nila

Yang pasti, hasil panen dari budaya ini akan dijual untuk memenuhi kebutuhan warga setempat.

Kalau hasil panen nya lebih, maka tidak menutup kemungkinan juga akan dijual ke pasaran.

ILUSTRASI Ikan lele Gala Puncak yang merupakan hewan yang mudah dipelihara.
ILUSTRASI Ikan lele Gala Puncak yang merupakan hewan yang mudah dipelihara. (TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO)

Sejatinya, program yang merupakan arahan Pemkot Bontang bertujuan untuk pemberdayaan serta menumbuhkan kemandirian ekonomi warga.

Sebab dari arahan, anggota yang tergabung dalam kelompok merupakan warga pekerja rentan.

“Harapnya semoga sukses dan menghasilkan ekonomi buat warga khsusunya yang tergabung dalam kelompok,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved