Berita Penajam Terkini

Pembangunan Bendungan Telake Tak Jelas, Petani di Penajam Hanya Bisa Panen 2 Kali dalam Setahun

Pembangunan Bendungan Telake hingga kini belum jelas. Padahal, realisasi pembangunan bendungan tersebut sangat diharapkan petani, guna mendukung aktiv

Penulis: Nita Rahayu | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/NITA RAHAYU
Kawasan pertanian di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) membutuhkan bendungan untuk menunjang kebutuhan air baku. TRIBUNKALTIM.CO/NITA RAHAYU 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Pembangunan Bendungan Telake hingga kini belum jelas.

Padahal, realisasi pembangunan bendungan tersebut sangat diharapkan petani, guna mendukung aktivitas pertanian di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian PPU, Mulyono kepada TribunKaltim.co.

Dia mengatakan, pasokan air baku untuk kebutuhan pertanian sangat terbatas, karena hanya mengandalkan tadah hujan.

Hal itu berdampak pada produktivitas pertanian. Seharusnya, masa panen bisa dilakukan tiga kali dalam setahun, namun karena kendala tersebut panen hanya bisa dilakukan maksimal dua kali dalam setahun.

Baca juga: Bendungan Talake Bisa Tingkatkan Produktivitas Pertanian di Penajam Paser Utara

"Kita berharap apa yang telah menjadi program nasional, yakni bendungan, bisa dimunculkan kembali," ungkapnya pada Senin (28/11/2022).

Dia mengemukakan, PPU sebagai lumbung padi terbesar kedua di Kalimantan Timur (Kaltim). Namun karena keterbatasan air, dikhawatirkan akan sulit untuk memenuhi kebutuhan pangan daerah lainnya dalam jangka panjang.

"Air itu kan salah satu yang dibutuhkan petani, apalagi kita adalah lumbung padi terbesar kedua di Kaltim," tuturnya.

Selain itu, PPU juga digadang-gadang sebagai lumbung pangan untuk Ibu Kota Negara (IKN) nantinya.

Baca juga: Bendungan Talake Lanjut, 10 Desa di Babulu PPU Akan Dibangun Irigasi

Namun rencana tersebut, diakuinya, sulit untuk terealisasi, apabila sarana pertanian, yakni bendungan tidak segera dibangun.

"PPU bisa memenuhi kebutuhan pangan di Kaltim, juga di IKN nantinya, harapannya bisa segera dilanjutkan untuk pembangunan sarana tersebut," ucapnya.

Sekadar diketahui, Bendungan Telake sudah melalui tahapan pembebasan lahan seluas 74,307 hektare pada 2020 lalu.

Namun beredar kabar bahwa penyebab pembangunan bendungan tak kunjung dibangun karena Kementerian PUPR mengalihkan anggarannya ke pembangunan Intake Sungai Sepaku. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved