Kepala Daerah Disebut Jadi Kunci Perolehan Suara Capres pada Pilpres 2024
Pengamat politik menyebutkan kepala daerah bisa menjadi kunci suara bagi kemenangan calon presiden dalam Pilpres 2024.
Penulis: Fransisca Andeska Gladiaventa | Editor: Amalia Purnama Sari
"Ada Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. Dua nama ini berada di puncak popularitas dan keterpilihan dua tahun terakhir. Sejauh ini popularitas mereka sama kuat," katanya.
Sementara itu, sebut Jayadi, nama capres lain adalah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Sandiaga Uno, Erick Thohir, Ridwan Kamil, hingga Khofifah Indar Parawansa. Mereka memiliki popularitas yang sedikit berbeda.
Menurutnya, belum ada calon yang dominan. Berbeda dari pilpres tiga edisi sebelumnya, yakni SBY pada Pilpres 2009, Jokowi dan Prabowo pada 2014 dan 2019.
Hal itu, kata dia, memberi kemungkinan kepada semua calon untuk menyasar semua daerah untuk memaksimalkan suara.
"Memang suara itu terpusat di Jawa tapi bukan berarti luar Jawa tidak penting. Sekecil apapun suara, katanya lagi, pasti disasar calon. Ceruk suara di luar Jawa pasti akan diprioritaskan. Tidak ada daerah yang tidak penting," kata Jayadi.
Ia melanjutkan, Sulawesi menyumbang 7 persen suara dari total pemilih. Pada Pilpres 2019, suara sah di Sulawesi mencapai lebih dari 10 juta. Pada Pilpres 2024, suara di Sulawesi ditargetkan tembus 14 juta.
"Berkaca pada Pilpres 2019, Jokowi unggul sekitar 55 persen di Sulawesi. Calon harus bisa memaksimalkan sosialisasi. Asumsinya, pemilih Jokowi akan memilih Ganjar. Sementara pemilih Prabowo akan diganggu Anies. Di sini peran siapa cawapresnya dan seberapa besar calon memperkenalkan diri dalam bersosialisasi," paparnya.
Hasil survei LSI terbaru menunjukkan bahwa suara Prabowo dan Anies paling dominan di Sulawesi. Meski demikian, hal ini terjadi karena Ganjar dinilai belum maksimal dalam bersosialisasi.
"Berkaca dari Pilpres 2019, kemungkinan Ganjar akan unggul di Sulut. Sementara di lima provinsi lain, kekuatan relatif imbang antara Prabowo atau Anies. Di sinilah kekuatan calon wakil presiden akan berbicara," ucapnya.