Berita Samarinda Terkini

Kodim 0901/Samarinda Terima Penghargaan dari BKKBN Pusat Atas Dukungan dalam Penanganan Stunting

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional atau BKKBN Pusat memberikan penghargaan kepada Kodim 0901/Samarinda atas dukungan dan komitmen dala

Penulis: Nevrianto | Editor: Rahmad Taufiq
HO/KODIM 0901-SAMARINDA
Komandan Kodim 0901/Samarinda, Kolonel Arm Novi Herdian bersama Wagub Kaltim, Hadi Mulyadi; dan Wakil Walikota Samarinda, Rusmadi menerima penghargaan dari Kepala BKKBN Pusat, dr. Hasto Wardoyo sebagai dukungan dan komitmen dalam percepatan penurunan stunting melalui kegiatan pelayanan KB TNI Manunggal Bangga Kencana Kesehatan Terpadu Tahun 2022 di Hotel Novotel Balikpapan, Senin (28/11/22) lalu. HO/KODIM 0901-SAMARINDA 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional atau BKKBN Pusat memberikan penghargaan kepada Kodim 0901/Samarinda atas dukungan dan komitmen dalam penanganan percepatan penurunan stunting melalui Kegiatan TNI Manunggal Bangga Kencana Kesehatan Terpadu Tahun 2022 .

Komandan Kodim 0901/Samarinda, Kolonel Arm Novi Herdian menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah, dalam hal ini BKKBN Pusat, atas penghargaan yang diserahkan langsung oleh Kepala BKKBN Pusat dr Hasto Wardoyo kepada dirinya.

Penyerahan penghargaan ini digelar di Hotel Novotel Balikpapan pada Senin (28/11/22) malam.

"Saya selain bersyukur, bangga juga memberikan apresiasi kepada anggota Kodim 0901/Samarinda yang mana penghargaan dari BKKBN Pusat merupakan hasil kerja keras semua anggota Kodim 0901/Samarinda," katanya, Rabu (30/11/2022) tadi malam.

Baca juga: Satgas TMMD 115 Kodim 0901/Smd Gandeng BPPKB Kota Samarinda Gelar Penyuluhan Kesehatan

Kodim 0901/Smd Beri Edukasi Pencegahan Stunting untuk Tekan Kasus di Kaltim

TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-115 Kodim 0901/Smd juga pro pada kesehatan Keluarga, tampak kegiatan Penyuluhan Stunting dari DinKes Kota Samarinda (Kesehatan Keluarga) menghadirkan Ibu Meli Pasiakan SKM Nutrisionis dan dari Puskesmas Palaran Ibu Sepni Wina Fitrianty, S.E di Puskesmas Kelurahan Rawa Makmur Kecamatan Palaran, Kota Samarinda Kalimantan Timur, Rabu (26/10/22).
Program TMMD ke-115 Kodim 0901/Smd juga menyasar kegiatan nonfisik, salah satunya kegiatan penyuluhan stunting untuk peningkatan kesehatan keluarga dengan menghadirkan narasumber dari Dinkes Kota Samarinda Ibu Meli Pasiakan, serta dari Puskesmas Palaran, Ibu Sepni Wina Fitrianty, S.E di Puskesmas Kelurahan Rawa Makmur Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, beberapa bulan silam. HO/PENREM 0901-ASN)

Asupan gizi sangat penting bagi anak, agar tak kurang gizi maka perlu kesadaran bersama dan saling membantu.

TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-115 Kodim 0901/Smd menggelar kegiatan nonfisik, dii antaranya penyuluhan stunting yang dilaksanakan di Puskesmas Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, Rabu (26/10/22) silam.

Pjs Pasiter Kodim 0901/Smd Lettu Arh Jandri Benjamin mengemukakan penyuluhan stunting merupakan salah satu kegiatan TMMD ke-115.

Berupa sasaran nonfisik yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran orangtua, khususnya ibu-ibu tentang pentingnya asupan gizi.

Baca juga: Satgas TMMD ke- 115 Kodim 0901/Smd Mengajar Mengaji dan Penyuluhan Tertib Lalulintas

Sebagai narasumber Penyuluhan Stunting dari Dinkes Kota Samarinda (Kesehatan Keluarga), Ibu Meli Pasiakan SKM Nutrisionis dan dari Puskesmas Palaran, Ibu Sepni Wina Fitrianty, S.E.

Penyuluhan stunting diselenggarakan guna memberikan pengetahuan tentang mencegah terhambatnya perkembangan otak si buah hati.

"Bagaimana pertumbuhan anak serta asupan makanan dan gizi," kata Ibu Meli Pasiakan.

Meli Pasiakan memaparkan, dengan memperhatikan kondisi keluarganya. Anak dengan tubuh pendek biasanya terlahir dari orangtua yang tidak terlalu tinggi.

Hal berbeda biasanya dijumpai pada anak stunting yang terus mengalami keterlambatan tumbuh.

Baca juga: Kejar Target Pembangunan Talud, Satgas TMMD ke-115 Kodim 0901/Smd dan Warga Kerja Ekstra Keras

Anak stunting biasanya tumbuh lebih lambat sekitar 4 centimeter tiap tahun di masa pra pubertas.

"Anak stunting juga mengalami keterlambatan masa puber yang biasanya di usia 15 tahun," jelasnya.

Ia berharap melalui Penyuluhan Stunting TMMD 115 diharapkan masyarakat bisa monitoring deteksi dini keadaan balita. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved