IKN Nusantara

Lokasi Tinggi, Isran Noor Sebut IKN Nusantara Tak Tenggelam Meski Es Kutub Mencair

Lokasi tinggi, Isran Noor sebut IKN Nusantara tak tenggelam meski es kutub mencair

Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Djohan Nur

TRIBUNKALTIM.CO - Lokasi Ibu Kota Nusantara atau IKN Nusantara diklaim relatif aman dari bencana alam.

Meski demikian, upaya memitigasi kerawanan bencana tetap dilakukan.

Satu diantaranya memitigasi bencana banjir.

Caranya, lokasi pembangunan IKN Nusantara disiapkan 52 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Gubernur Kaltim Isran Noor mengemukakan, antisipasi mitigasi bencana banjir di kawasan IKN dan sekitar Penajam Paser Utara (PPU) sudah dikaji serta melalui perhitungan matang.

Ia mengatakan, bencana alam bisa saja terjadi di Kalimantan, bahkan di manapun.

Meski tidak ada gempa, tetapi mungkin saja ada bencana lain, misalnya angin topan, longsor, segala macam, bisa terjadi juga kebakaran, di mana-mana hujan juga akan banjir.

Namun di IKN Nusantara, permukaan tanah didesain lebih tinggi dari permukaan laut mengantisipasi banjir.

"Kalau banjir sudah disiapkan, di sana (IKN) tinggi tempatnya di atas, rata-rata 52 meter di atas permukaan laut.

Jadi kalau nanti hasil gletser yang baru turun (mencair), rontok di kutub itu, dan itu datang ke perairan kita, tidak akan menenggelamkan wilayah PPU itu, wilayah ibukota baru, karena masih tinggi," ujarnya.

Jika mengatakan alasan pindah ibu kota karena tidak adanya bencana gempa bumi di Kalimantan, atau Kaltim secara khusus, Isran Noor menilai hal tersebut bukan alasan utama.

"Kalau soal gempa bumi di mana-mana, tidak usah dikhawatirkan, bukan soal karena di sana (IKN) itu pindah ibu kota karena gempa bumi, tidak," ucapnya.

"Jadi banyak alasan-alasan yang kita tidak tahu tapi ternyata data membuktikan," imbuhnya.

Data-data dan kajian yang terbukti, lanjut Isran Noor, yakni adanya 2 tahun terakhir hasil kajian mengatakan bahwa tiap tahunnya permukaan tanah Jakarta menurun 5-10 centimeter per tahunnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved