Berita Kubar Terkini

Cegah Stunting, Dinkes Kubar Gencarkan Sosialisasi Buku KIA Terbaru

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus melakukan upaya peningkatan kualitas para tenaga medis di Kutai Barat. 

Penulis: Zainul | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL MARSYAFI
Dinas Kesehatan Kutai Barat terus berupaya meningkatkan kualitas para tenaga medis melalui kegiatan sosialisasi. TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL MARSYAFI 

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR - Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus melakukan upaya peningkatan kualitas para tenaga medis di Kutai Barat. 

Kepala Dinas Kesehatan Kubar, dr Ritawati Sinaga mengatakan, hal ini dilakukan agar tenaga medis lebih memahami serta mampu memberikan pelayanan dan pendampingan kepada ibu-ibu dengan pemantauan sejak dini kepada para remaja perempuan yang memiliki lingkar lengan rendah dan berisiko melahirkan berat bayi rendah.

Selain itu, Dinas Kesehatan Kubar juga mewajibkan para tenaga kesehatan untuk rutin melakukan sosialisasi Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) terbaru revisi 2020.

"Sosialisasi Buku KIA petugas kesehatan diharapkan mampu memberikan komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Konseling kepada ibu-ibu sehingga mengerti menggunakan buku KI," katanya, Jumat (9/12/2022).

Selama ini, kata dia, buku KIA dibawa pulang dan hanya disimpan, tetapi ke depan diharapkan buku KIA betul-betul dipahami dan dipelajari jika anak memiliki tanda-tanda yang kurang, apa yang harus dilakukan serta orangtua bisa langsung menghubungi petugas dan pelayanan kesehatan,” tutur dr Ritawati Sinaga.

Baca juga: Dinkes Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi, Sosialisasi Buku KIA Revisi 2020 untuk Tenaga Kesehatan

Dia berharap petugas medis harus betul-betul mampu mengajari ibu dan memantau para remaja apakah ada lingkar lengan yang rendah atau berada di bawah 23,5 cm berisiko anemia dan jika anemia berisiko melahirkan berat bayi rendah.

"Jika berat bayi rendah dan kemungkinan mengarah pada stunting dan penyakit-penyakit lainnya," ujarnya. 

Sosialisasi buku KIA ini juga sebagai langkah preventif/pencegahan, serta promotif kepada seluruh tenaga medis sehingga ke depan para tenaga medis/bidan yang bertugas di lapangan lebih profesional.

Petugas medis di lapangan harus trampil dan profesional, sehingga mampu memberikan penjelasan dan pemahaman bagai para orangtua.

Baca juga: Kasus Stunting Masih 15 Persen, Wabub Kubar Minta OPD Saling Kolaborasi 

Petugas medis juga diharapkan bisa melakukan kerja sama dengan aparat kampung dan para kader, guru PAUD, sehingga para guru tersebut juga mampu dan turut serta memberikan pelayanan kepada para anak didiknya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved