Minggu, 26 April 2026

MotoGP

Pro dan Kontra Format Balapan Baru, Dorna Sports Rilis Jadwal MotoGP 2023 Terbaru

Jadwal MotoGP 2023 terbaru, Dorna Sports beri penjelasan mengenai format balapan baru.

JAVIER SORIANO / AFP
Berikut jadwal lengkap MotoGP 2023 terbaru dan format balapan baru. (Photo by JAVIER SORIANO / AFP) 

TRIBUNKALTIM.CO - Di tengah pro dan kontra mengenai format balapa baru, Dorna Sports tetap mengeluarkan jadwal MotoGP 2023 terbaru.

CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta, memberikan penjelasan terkait jadwal MotoGP 2023 yang menuai pro dan kontra.

Kalender MotoGP 2023 akan ketambahan dua venue baru di benua Asia yaitu GP Kazakhstan dan GP India.

Pembalap dan tim akan disibukkan dengan menjalani 21 seri balapan sepanjang musim.

Apalagi MotoGP 2023 juga akan menghadirkan agenda Sprint Race pada hari Sabtu setelah sesi kualifikasi berlangsung.

Padatnya jadwal dan balapan yang digelar di benua Asia dianggap terlalu berlebihan oleh sejumlah pihak. Salah satunya rombongan dari tim KTM.

"Saya dengan jelas mengatakan kepada bos Dorna, Carmelo Ezpeleta, di GP Valencia, bahwa kami sebagai pabrikan ingin memiliki maksimal 18 Grand Prix," jelas Stefan Pierer, selaku CEO KTM.

Hubert Trunkenpolz selaku CSO Pierer Mobility AG yang menaungi tim KTM, GASGAS, dan Husqvarna juga melayangkan protes keras kepada Dorna bahwa 21 seri balapan terlalu banyak.

Baca juga: Update Jadwal MotoGP 2023, Duet Marc Marquez dan Joan Mir Jadi Ancaman Utama

"Kami tidak membutuhkan tiga Grand Prix di Spanyol dan kami juga berpikir bahwa empat ajang di Asia itu berlebihan," tutur Trunkenpolz.

"Pada dasarnya, seharusnya hanya ada satu acara MotoGP per negara, jadi tidak boleh dua di Italia."

"Kami lebih memilih tiga Grand Prix di Amerika Selatan, karena balapan di Eropa akan disiarkan pada malam hari pada jam tayang utama," ujarnya.

"18 balapan Kejuaraan Dunia akan ideal, 20 adalah batas maksimal. Kazakhstan adalah omong kosong bagi kami."

"Di sisi lain, India adalah pasar sepeda motor terbesar, jadi setidaknya layak dipertimbangkan," ujarnya.

GP Kazakhstan masih menjadi perdebatan karena balapan tersebut akan menjadi satu-satunya balapan yang digelar di bulan Juli tahun depan.

Dengan begitu, para pembalap tentu akan kehilangan jeda libur musim panas.

Sumber: BolaSport.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved