Rabu, 8 April 2026

Natal 2022

Satgas Pangan Sidak Distributor Bahan Pokok dan Pasar di Kutai Barat   

Dia berharap harga kebutuhan terutama sembako dan ikan tetap stabil serta stok cukup menjelang Natal dan Tahun Baru

Penulis: Zainul | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL
Satgas Pangan Sidak Distributor Bahan Pokok dan Pasar di Kutai Barat, Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR - Guna memastikan ketersediaan stok bahan pokok menjelang perayaan Natal dan tahun baru, tim Satgas Pangan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) disejumlah distributor dan pasar yang ada diwilayah Kabupaten Kutai Barat (Kubar).

Sidak tersebut dipimpin langsung Wakil Bupati Kutai Barat, H. Edyanto Arkan didampingi jajarannya termasuk dinas terkait serta aparat gabungan dari TNI-Polri.

Dalam sidak ini, Wabup beserta rombongan melakukan pemantauannya dibeberapa pasar yaitu, Pasar Nala Linggang Bigung, Agen Beras Purwodadi, Pasar Jaras Barong Tongkok, Pasar Olah Bebaya Melak.

Dalam kegiatan itu, Wabub berdialog dengan sejumlah pedagang, dari hasil dialog itu diketahui harga kebutuhan pokok yang ada di pasaran cukup tersedia meski ada bebepara komoditi yang mengalami fluktuatif harga.

Baca juga: 250 Personel Polres Paser Diterjunkan Amankan Natal dan Tahun Baru

"Kenaikan harga menjelang hari raya dan tahun baru memang biasa terjadi, namun kita tetap berupaya untuk menekan harga sehingga kenaikan tidak melonjak terlampau tinggi," ujarnya, Kamis (221/12). 
 
Wabup juga menghimbau kepada pedagang agar mengantisipasi kenaikan jumpah permintaan bahan pokok oleh masyarakat menjelang hari raya keagamaan ini.

Dia berharap harga kebutuhan terutama sembako dan ikan tetap stabil serta stok cukup menjelang Natal dan Tahun Baru.

"Sudah kita pantau dan Pemerintah melalui OPD terkait  akan terus memantau ke pasar-pasar di Kabupaten Kubar, ia berpesan untuk tidak mengambil spekulasi," ujarnya. 

Dia pun mewanti-wanti para pedagang agar tidak mempermainkan harga 
bahan pokok jika terjadi lonjakan jumlah permintaan masyarakat dimomen hari-hari besar keagamaan. 

"Biasanya pedagang mengambil kesempatan dengan menaikan harga yang tidak sewajarnya kalau memang harus turun ya barang harga diturunkan, kasihan warga kita, oleh karena itu mari kita tetap bekerja sama pemerintah, pedagang dan masyarakat, agar semua tidak merasa dirugikan bahkan diuntungkan," tegasnya. (*).

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved