IKN Nusantara

Cara Kerja IPAL Senilai Rp 639 Miliar di IKN Nusantara, Terinspirasi IPAL Krukut

Cara kerja IPAL senilai Rp 639 miliar di IKN Nusantara, terinspirasi IPAL Krukut

Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Sandrio

TRIBUNKALTIM.CO - PT Waskita Karya (Persero) Tbk dengan kode saham WSKT kembali berkontribusi membangun Ibu Kota Nusantara atau IKN Nusantara, Kalimantan Timur.

Kali ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) kembali menunjuk Waskita untuk mengerjakan proyek pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN dengan kontrak senilai Rp 639 miliar.

Kesepakatan pekerjaan proyek dengan nama pembangunan IPAL 1,2,3 KIPP IKN ini ditandatangani antara PPK Sanitasi Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukinan Wilayah II Kementerian PUPR Provinsi Kalimantan Timur, Pandu Agung Wicaksono dengan SVP Infrastructure I Division, I Nyoman Agus Pastima.

Dilansir dari Kompas.com, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) memiliki peran cukup penting bagi suatu daerah.

Hal itu juga berlaku bagi Ibu Kota Nusantara.

Tentu nantinya akan ada pembangunan IPAL di IKN. Dengan salah satu referensi teknologi yang bakal digunakan yakni IPAL Krukut, Jakarta.
Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan sekaligus Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja mengatakan, IPAL Krukut menggunakan teknologi Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR).

MBBR menjadi salah satu referensi bagi Kementerian PUPR dalam penentuan jenis teknologi pengolahan air limbah di Kawasan IKN.

Baca juga: Australia Tawarkan Bantuan Perencanaan IKN Nusantara, Bersih dan Berteknologi Tinggi

Baca juga: BMKG Pasang AWS di Titik Nol IKN Nusantara, Sensor Canggih yang Bisa Deteksi Cuaca

"Selain mengurangi pencemaran, air yang sudah diolah dengan menurunkan nilai Biochemical Oxygen Demand (BOD), Nitrogen, dan Phospor dapat ditampung dalam embung-embung untuk menunjang lansekap Kawasan IKN," ujar Endra dikutip dari laman Kementerian PUPR, Senin (27/06/2022).

Teknologi MBRR yaitu air limbah yang diolah menggunakan sistem aerasi dan media.

Di mana nanti air hasil olahannya sudah aman untuk dikembalikan ke lingkungan sesuai dengan Peraturan Menteri LHK No. 68 Tahun 2016.
Teknologi ini sama seperti IPAL Setiabudi.

Nilai BOD diturunkan dari 150-200 mg per liter menjadi dibawah 30 mg per liter.

Sehingga memenuhi baku mutu dan aman bagi lingkungan.

Dari total hasil olahan IPAL Krukut, 30 persen volume airnya diolah kembali untuk dapat dimanfaatkan kebutuhan air non-konsumsi.

Seperti campuran semen untuk konstruksi, penyiraman tanaman dan flushing.

Pengelolaan IPAL secara biologis seperti MBBR pasti menghasilkan lumpur.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved