Berita Samarinda Terkini
Buka Rakorprov IMI Kaltim, Syaprudin Harap Pertahankan Prestasi Nasional yang Pernah Dicapai
Digelar kegiatan Rakorprov Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kalimantan Timur (Kaltim) di Aula Hotel Puri Senyiur Samarinda, Sabtu (14/1/2023).
Penulis: Muhammad Riduan | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Digelar kegiatan Rakorprov Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kalimantan Timur (Kaltim) di Aula Hotel Puri Senyiur Samarinda, Sabtu (14/1/2023).
Pada kegiatan Pengprov IMI Kaltim itu, dibuka Wakil Ketua Komite Olahraga Indonesia (KONI) Kaltim, Syaparudin yang mewakili Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras.
Ia menyebut sesuai AD/ART, Rakerprov itu bertujuan antaran lain mengevaluasi hasil yang telah tercapai dan penyusunan program kerja untuk satu tahun kedepan.
Olahraga bermotor merupakan olahraga andalan Benua Etam, pada ke XX di Papua tahun 2021 telah berhasil meraih satu medali yakni medali perak.
Baca juga: Ikatan Motor Indonesia Kaltim Gelar Rakorprov di Samarinda
Pada PON ke-21 di Aceh - Sumatera Utara (Sumut) 2024 mendatang, Cabor Bermotor merupakan salah satu cabang olahraga yang akan dipertandingan.
Kendati demikian, KONI kaltim mengharapkan Prngprov IMI kaltim dapat memberikan hasil yang terbail bagi Benua Etam ini.
Dan senantiasa berikan pembinaaan kepada atlet secara berkesinambungan, serta juga dilakukan pengembangan bermotor di seluruh wilayah Kaltim.
"Agar nantinya bermotor bisa pertahankan prestasi nasional yang pernah dicapai dan tetap jadi olahraga andalan Kaltim," ucapnya dalam sambutan.
Baca juga: 2 Pebalap Gagal Wakili Paser hingga Dilirik Daerah Lain untuk Porprov Kaltim, IMI Akui Kecewa
Menurutnya tidak berlebihan ketika pihaknya memberikan saran dalam rakorprov ini sebagai sumbangan pemikiran yang sema-mata untuk kebaikan bersama khususnya organisasi.
Dirinya mengusulkan, dalam pengusulusan program kerja tidak perlu yang muluk-muluk, cukup sederhana namun bisa dilaksanakan.
Lalu program kerja yang disusun, sebaiknya berkaitan dengan peningkatan prestasi atlet olahraga bermotor.
"Terakhir, pembinaan atlet sebaiknya dilakukan dari junior sehingga dapat melahirkan atlet muda yang potensial untuk prestasu yang akan datang," pungkasnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.