Kesehatan

Habiskan Waktu di Ruang Terbuka Hijau Bisa Mengurangi Penggunaan Obat Resep

Tanpa disadari, ruang terbuka hijau adalah suasana bisa membuat berbeda. Tidak heran, sesekali untuk sempatkan diri mendatangi ruang terbuka hijau

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO
Kawasan ruang terbuka hijau Gala Puncak, Kelurahan Graha Indah, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada Selasa 8 November 2022 pagi. 

TRIBUNKALTIM.CO - Ruang terbuka hijau sangat diperlukan bagi masyarakat, lantaran memberikan efek manfaat. 

Adanya ruang terbuka hijau tentu saja akan memberikan kesehatan tubuh. 

Tanpa disadari, ruang terbuka hijau adalah suasana yang bisa membuat berbeda. Tidak heran, sesekali untuk sempatkan diri mendatangi ruang terbuka hijau.  

Sering menghabiskan waktu di ruang terbuka hijau seperti taman dan kebun dapat memberikan manfaat bagi kesehatan.

Baca juga: Raker Dispar Kaltim akan Digelar di Balikpapan, Mencoba Suasana Baru pada Ruang Terbuka Hijau

Dalam sebuah penelitian baru yang dilakukan di Finlandia menunjukkan bahwa manfaat menghabiskan waktu di ruang terbuka hijau bisa membantu mengurangi penggunaan obat resep.

Sebenarnya tak ada hubungan antara penggunaan obat resep dan jumlah ruang terbuka hijau tetapi keluar dan menghabiskan waktu di tempat itulah yang membuat perbedaan.

Dikutip dari Science Alert, Selasa (17/1/2023) dalam studinya, peneliti dari Finnish Institute for Health and Welfare, Tampere University di Finlandia serta University of Eastern Finland menggunkaan data dari sekitar 6.000 penduduk Helsinki.

Dalam studi untuk melihat manfaat kesehatan menghabiskan waktu di ruang terbuka hijau ini, data yang digunakan berkaitan dengan penggunaan obat untuk kondisi seperti kecemasan, insomnia, depresi, tekanan darah tinggi, dan asma sebagai proksi untuk kesehatan mereka.

Baca juga: Rencana Ruang Terbuka Hijau 30 Persen di Samarinda, Kepala DLH Nurrahmani Beberkan Kenyataannya

Peserta studi kemudian juga ditanyai tentang obat-obatan yang digunakan serta seberapa banyak ruang terbuka hijau (lingkungan alami di darat dan dekat danau, sungai, dan lautan) yang dapat mereka lihat dari rumah serta seberapa sering menghabiskan waktu atau berolahraga di sana.

Peneliti menemukan tiga atau empat kunjungan di ruang terbuka hijau dikaitkan dengan kemungkinan penggunan obat kesehatan mental 33 persen lebih rendah.

Selain itu juga, studi manfaat kesehatan menghabiskan waktu di ruang terbuka hijau ini juga menemukan bahwa kemungkinan penggunaan obat tekanan darah 36 persen lebih rendah dan 26 persen lebih rendah dalam pemakaian obat asma.

Angka tersebut bisa turun kembali jika mereka melakukan setidaknya lima kali kunjungan per minggu ke ruang terbuka hijau.

Angka penurunan masing-masing sebesar 22 persen, 41 persen, dan 24 persen.

Temuan ini sejalan dengan bukti tentatif yang menekankan pentingnya penggunaan ruang hijau dan kaitannya dengan kesehatan mental.

Baca juga: TRIBUN TRAVEL Berkunjung ke Wisata Embung Persemaian Tarakan, Tawarkan Keteduhan Alam Terbuka

"Ini menunjukkan bahwa hal yang sama juga berlaku untuk kesehatan lainnya seperti asma dan hipertensi," klaim para peneliti.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved