Berita Mahulu Terkini
Wabup Mahakam Ulu Minta Pusat Percepat Pembangunan Jalan ke Perbatasan
Solusi utama untuk memperlancar akses ke wilayah perbatasan, adalah dengan mempercepat jalan darat yang hingga kini kondisinya masih belum terbuka
Penulis: Febriawan | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,UJOH BILANG – Wakil Bupati (Wabup) Mahakam Ulu (Mahulu) Yohanes Avun, Rabu (18/1/2023) menegaskan, solusi utama untuk memperlancar akses ke wilayah perbatasan, adalah dengan mempercepat jalan darat yang hingga kini kondisinya masih belum terbuka maksimal.
Hal ini disampaikan Wabup menyikapi kondisi terkini, dengan naikkan harrga kebutuhan pokok di beberapa desa di perbatasan, karena terdampak pendangkalan sungai Mahakam, akibat cuaca kemarau dalam beberapa waktu terakhir.
“Kalau masih lewat sungai sebagai akses satu-satunya transportasi, akan selalu begini. Persoalan akan terulang terus. Saat air kecil atau dangkal, kapal tidak bisa lewat. Begitu pun ketika banjir, kadang juga sulit,” kata Yohanes.
Untuk itu, satu-satunya solusi adalah dengan mempercepat pembangunan jalan ke perbatasan. “Kalau akses jalannya sudah bagus terbangun. Transportasi akan mudah, dan murah. Sehingga otomatis harga kebutuhan maupun material di sana akan lebih murah,” katanya lagi.
Baca juga: Pembentukan Polres Mahulu Jadi Sejarah
Baca juga: Kapolres Mahulu Silaturahmi dengan Wakil Bupati, Wabup: Pelayanan kepada Masyarakat Lebih Dekat
Diakuinya, sejauh ini Pemerintah sudah melakukan pembangunan jalan. Namun, belum begitu maksimal, sebab jalan yang bangun belum begitu bisa dikases oleh warga.
“Setiap kali kita ketemu, dari Pemerintah Pusat selalu biacara akan memberikan prioritas ke Mahulu, utamanya jalan perbatasan. Tapi kenyataannya, sampai sekarang, tidak seperti yang diharapkan,” kata Yohanes.
Ia mengungkapkan, selain jalan ke wilayah perbatasan, jalan dari Kutai Barat – Mahulu juga perlu menjadi perhatian. Karena kebutuhan pokok dan material, kebanyakan melalui jalur ini.
“Sekarang memang sudah terbuka jalan, ke hulu dari Long Bagun ke Long Pahangi. Tapi tidak bisa dilalui lancar. Beberapa jembatan juga belum dibangun. Paling tidak, dibangun jembatan. Biar pakai bailey tidak apa, yang penting bisa melintas,” ungkapnya.
Sementara saat ini, lanjutnya, masyarakat yang melintas lewat darat harus menempuh perjalanan yang memakan waktu 8 hingga 10 jam. Ini karena kondisi jalan sangat buruk.
Baca juga: Bupati Mahulu Ingatkan Pemerintah Kampung Pembenahan Komprehensif
“Belum lagi yang tidak ada jembatan, harus menunggu berjam-jam sebelum menyeberang. Kadang warga harus menginap, karena sungai banjir” imbuh dia.
“Sekali lagi, kami sangat berharap Pusat memperhatikan ini. Apalagi sesuai misi pemerintah membangun pinggiran. Ini wilayah perbatasan, harus mendapat prioritas,” tegasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Wakil-Bupati-Wabup-Mahakam-Ulu-Mahulu-Yohanes-Avun0.jpg)