Sabtu, 18 April 2026

Warga Tewas Tertimbun Longsor

Breaking News: Seorang Warga Tewas Tertimbun Longsor di Area Tambang Batubara Samarinda

Seorang warga dikabarkan meninggal dunia akibat tertimbun longsor di Jalan Poros Bantuas-Sangsanga, tepatnya Gunung Wadah Benaung, Kecamatan Palaran,

Penulis: Rita Lavenia |
HO/WARGA
Dua unit alat berat tertimbun longsor di kawasan Bantuas, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, Selasa (24/1/2023) tadi petang. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Seorang warga dikabarkan meninggal dunia akibat tertimbun longsor di Jalan Poros Bantuas-Sangsanga, tepatnya Gunung Wadah Benaung, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, Selasa (24/1/2023) petang tadi.

Sempat juga beredar sebuah video berdurasi 21 detik terkait insiden tersebut.

Dalam video amatir tersebut terlihat lokasi berada di area pertambangan batubara.

Terlihat dua unit alat berat juga nampak ikut tertimbun tanah longsor tersebut.

Meski begitu hingga saat ini belum diketahui lokasi pasti insiden nahas tersebut, begitupun terkait identitas korban belum diketahui.

Baca juga: 1 Korban Tewas Tertimbun Longsor Tambang Emas Ilegal di Kaltara, Belum Dipastikan Anggota TNI

Namun dari informasi terbaru jasad korban sudah berhasil dievakuasi.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Palaran Kompol Tri Satria Firdaus mengatakan, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan sudah dibawa ke rumah sakit.

"Anggota kami sedang menuju rumah sakit untuk kroscek, yang pasti lokasi longsornya di Bantuas, besok baru kami kembali ke lokasi karena saat ini TKP sangat gelap," beber Kompol Tri Satria Firdaus.

Dari informasi terbaru yang beredar korban tidak hanya satu orang.

Baca juga: Jasad Korban Tanah Longsor di Sambutan Samarinda Ditemukan Tertimbun Lumpur Sedalam 70 Centimeter

Namun kabar tersebut masih disangsikan oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

Koordinator Unit Siaga SAR Samarinda Riqi Efendi mengatakan, sejauh ini pihaknya juga masih menunggu data riil terkait jumlah korban.

"Sejauh ini masih satu korban dan sudah dievakuasi. Kami masih menunggu informasi terbaru dan stand by kalau memang diperlukan operasi SAR," ucap Riqi Efendi. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved