Berita Samarinda Terkini

Dishub Samarinda Kembali Temukan 11 Truk Bermasalah Ikut Antre BBM di SPBU Sungai Kunjang

Dinas Perhubungan Kota Samarinda kembali melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di SPBU Sungai Kunjang Jalan Untung Suropati Samarinda Kalimantan Timur.

Penulis: Sarikatunnisa | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/SARIKATUNNISA
Dinas Perhubungan Kota Samarinda kembali melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di SPBU Sungai Kunjang Jalan Untung Suropati Samarinda Kalimantan Timur Rabu (25/1/2023). (TRIBUNKALTIM.CO/SARIKATUNNISA) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dinas Perhubungan Kota Samarinda kembali melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di SPBU Sungai Kunjang Jalan Untung Suropati Samarinda Kalimantan Timur Rabu (25/1/2023).

Sidak itu dalam rangka menjaring kendaraan Over Dimensi Over Loading dan kendaraan yang belum mengikuti uji kir.

Ini adalah ketiga kalinya Dishub melakukan Sidak di SPBU tersebut.

Pada Sidak kali ini, Kepala Dishub, Hotmarulitua Manalu beserta jajaran menemukan 11 kendaraan truk yang bermasalah.

Baca juga: Jenderal Dudung Beri Kenaikan Pangkat Babinsa yang Gadai Motor Bantu Evakuasi Truk di Samarinda

Beberapa kendaraan truk ditemukan kondisi Over Dimensi Over Loading.

Selain itu ada juga kendaraan truk dengan nomor polisi A memakai fuel card dengan kendaraan nomor polisi B.

Dishub juga menemukan ada kendaraan yang digunakan tidak sesuai peruntukannya.

Manalu beserta jajaran juga menemukan beberapa truk yang masa Kir-nya telah berakhir.

Baca juga: 25 Ribu Rumah Layak Huni dan 500 Km Jalan Produksi Ditarget Pemprov Kaltim Selesai Tahun 2023

Terhadap pelanggaran yang ditemukan itu, Dishub melakukan penindakan dengan meminta pihak BRI melakukan penguncian terhadap kartu fuel cardnya.

Sehingga mereka tidak dapat lagi dapat mengakses penyaluran BBM di SPBU.

"Dipertimbangkan untuk ditahan fuel cardnya karena tidak sesuai dengan peruntukannya dan dimensi kendaraannya juga tidak sesuai," katanya.

Selain itu, ada temuan beberapa kendaraan truk dari daerah Banjarmasin dan melakukan uji Kir di luar kota Samarinda tergolong kendaraan ODOL.

Baca juga: Lestarikan Budaya Dayak Kenyah di Desa Lung Anai, MHU Kembangkan Pelatihan Seni dan Budaya

Manalu menuturkan bahwa pihaknya tetap meminta BRI melakukan penguncian terhadap fuel card kendaraan tersebut.

Lantaran jalan kota Tepian lah akan menerima dampak buruk kendaraan ODOL tersebut.

"Kita harus koordinasi dengan pihak BRI untuk mengunci kartu fuel card nya. Karena setelahnya jalan Samarinda yang akan jadi rusak terkait dengan kendaraaan Over Dimensi Over Loading," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved