Berita Samarinda Terkini

Truk Seruduk Pengendara dan Rumah Warga di Lok Bahu Samarinda, Tiga Korban Masih Dirawat

Tiga orang yang menjadi korban serudukan truk bermuatan tabung gas kosong milik sebuah agen Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Samarinda

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
Satlantas Polresta Samarinda melakukan olah TKP terkait insiden truk bermuatan tabung gas kosong yang seruduk pengendara sepeda motor dan sebuah warung makan di kawasan Sungai Kunjang Samarinda. Saat ini tiga korban terdampak masih dirawat di rumah sakit. TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Tiga orang yang menjadi korban serudukan truk bermuatan tabung gas kosong milik sebuah agen Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Jalan Nusyirwan Ismail, RT 15, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang pada Selasa (24/1/2023) kemarin masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Samarinda Medika Citra.

Hal ini disampaikan oleh Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kasat Lantas Kompol Creato Sonitehe Gulo saat dikonfirmasi Rabu (25/1) siang ini.

Ia mengatakan hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui mengapa truk bernomor polisi KT 8839 NK tersebut, menyeruduk pengendara sepeda motor dan sebuah warung makan setempat.

"Sampai saat ini para korban masih dirawat dan belum bisa kita mintai keterangan," jelasnya.

Baca juga: Lakalantas Tunggal di Bontang Lestari, Sopir Mobil Ambulan Lepas Kendali

Baca juga: 31 Nyawa Melayang akibat Lakalantas di Bontang Sepanjang 2022, Jalan Rusak Jadi Pemicu

Dalam peristiwa ini diketahui pengendara sepeda motor KT 2763 BCN dikendarai oleh kakak beradik.

Salah seorang di antaranya merupakan siswa SMAN 14 Samarinda yang berada tepat di depan TKP tersebut.

Suparno selaku Kepala Sekolah SMAN 14 Samarinda membenarkan bahwa korban yang dibonceng merupakan siswa mereka yang kala itu seharusnya masuk jadwal siang.

Ia menjelaskan memang arus lalu lintas di depan sekolah mereka sangatlah padat, terutama pada jam masuk dan pulang siswa.

"Truknya memang laju-laju. Belum lagi banyak yang berhenti buat menurunkan barang di depan sekolah," kata Suparno.

Meski kerawanan sangat tinggi, lanjutnya, namun mereka tidak diberikan Zona Selamat Sekolah (Zoss) ataupun rambu-rambu lain.

Baca juga: Operasi Zebra Mahakam 2022, Polres Kutai Barat Target Turunkan Kasus Lakalantas

Terkait itu lanjutnya, pihaknya telah bersurat kepada Dinas Perhubungan agar sekolah mereka diberi ZOSS namun belum mendapat tanggapan.

"Ini sudah kejadian kedua kalinya. Semoga berbagai kejadian ini bisa menjadi pertimbangan dari instansi tersebut (Dishub)," pungkasnya. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved