Senin, 13 April 2026

Amalan dan Doa

Cara Meruqyah Diri Sendiri dalam Islam Menurut Ustadz Khalid Basalamah, Ini Penjelasan Lengkapnya

Cara Meruqyah Diri Sendiri dalam Islam Menurut Ustadz Khalid Basalamah, Ini Penjelasan Lengkapnya

Editor: Nur Pratama
GOSULSEL via TribunCirebon
Ustaz Khalid Basalamah 

TRIBUNKALTIM.CO - Berikut cara meruqyah diri sendiri dalam Islam menurut Ustadz Khalid Basalamah.

Dalam ceramah Ustadz Khalid Basalamah dijelaskan, cara tersebut sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW, dimana dulu dilakukan Rasulullah SAW ketika mengalami Sakit.

Pengobatan dalam Islam disebut ruqyah yang dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

Jalur ruqyah dapat ditempuh jika ada suatu penyakit yang tidak bisa disembuhkan secara medis.

ruqyah sendiri merupakan sebuah upaya dan proses penyembuhan melalui ayat-ayat suci yang ada di dalam Alquran.

Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan, hadist Nabi SAW yang menjadi petunjuk bagi umat Islam untuk melakukan ruqyah kepada diri sendiri.

Baca juga: Bacaan Doa Agar Memiliki Daya Ingat yang Tajam, Bisa Muslim Amalkan Setelah Sholat Wajib 5 Waktu

Hadist tersebut adalah sebagai berikut:

"Dari Aisyah RA Nabi Muhammad SAW bersabda, apabila beliau sakit, beliau baca untuk dirinya sendiri surat mu'awwidzaat, kemudian beliau tiupkan. Tatkala sakit beliau bertambah keras, kubacakan surat-surat itu di atasnya kemudian kusapukan dengan tangannya sambil mengharapkan barokah daripadanya."

"Dari hadist itu dijelaskan Nabi Muhammad SAW jika sakit melakukan ruqyah untuk diri sendiri, maka ada istilah ruqyah mandiri, baca ayat-ayat Alquran dan meniup kedua tangan dan diberi sedikit ludah lalu diusapkan," jelas Ustadz Khalid Basalamah dikutip Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Khalid Basalamah Official.

Selain sakit, Ustadz Khalid Basalamah menambahkan, seseorang yang sudah terlanjur terkena sihir atau ilmu hitam maka hendaknya melakukan ruqyah.

Ayat-ayat ruqyah tersebut jika dibaca secara rutin dan ikhlas dapat mengusir jin dalam tubuh.

Ayat pertama adalah Surah Al-Fatihah tujuh ayat lengkap (1-7), selanjutnya Surah Al-Baqarah lima ayat pertama (1-5), lalu Surah Al-Baqarah ayat 102 sangat kuat untuk membatalkan sihir, karena kisah tentang Nabi Sulaiman As dan terbatalkan sihir-sihir syaithon di zaman beliau.

Kemudian Surah Al-Baqarah ayat 137, lalu Surah Al-Baqarah ayat 255 atau Ayat Kursi dan terakhir Surah Al-Baqarah ayau 284-286 atau akhir Surah Al-Baqarah.

Selanjutnya Surah Ali Imran, lima ayat pertama (1-5), ayat 85, ayat 173-174, kemudian Surah Al-An'am ayat 17, Surah Al-A'raf ayat 54-56, Surah Al-A'raf ayat 117-119.

Berikutnya Surah Yunus ayat 79-82, ini sangat kuat untuk sihir adalah kisah perlawanan Nabi Musa As mengalahkan para penyihir Fir'aun. Selanjutnya, Surah Al-Isra ayat 82, Surah Al-Kahfi ayat 39.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved