Berita Bontang Terkini
Harga Cabai di Bontang Melejit, Sudah Rp 50 per Kilogram
Kabid Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, Idhamsyah mengatakan, lonjakan harga sebenarnya terjadi saat dari jelang Nataru 2022
Penulis: Ismail Usman | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Harga komoditas di Kota Bontang, Provinsi Kalimantan Timur, sepanjang Januari 2023, masih melonjak.
Bahkan diprediksi lonjakan harga itu terus terjadi hingga jelang ramadhan nanti.
Kabid Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, Idhamsyah mengatakan, lonjakan harga sebenarnya terjadi saat dari jelang Nataru 2022.
“Tapi harganya tidak yang melebih dari 25 persen,” ucapnya saat dikonfirmasi TribunKaltim.co.
Baca juga: Harga Cabai jadi Komoditi yang Paling Signifikan Naiknya Menjelang Tahun Baru 2023
Dari pantauan TribunKaltim.co pada Rabu (1/2/2023), harga beberapa bahan pangan di Pasar Tamrin Bontang alami kenaikan, salah satunya cabai merah besar.
Dari harga nirmao Rp 40 ribu, naik jadi Rp 45 hingga 50 ribu per kilogram.
Kenaikan harga cabai ini cukup stabil. Mengingat, tak lama lagi memasuki bulan suci ramadhan dua bulan ke depan.
“Kenaikan sebenarnya masih wajar meski banyak keluhan dari pedagang maupun pembeli,” ujarnya.
Ia juga menegaskan, DKP3 Bontang akan terus melakukan pemantauan terhadap harga komuditas pangan di setiap pasar.
Baca juga: Harga Cabai, Bawang Merah dan Telur di Pasar Klandasan Balikpapan Kompak Turun
Termasuk juga pasokan bahan pangan juga akan selalu dipantau.
Sejauh ini untuk pasokan bahan pangan masih terbilang aman dan cukup memenuhi tingkat kebutuhan.
Biasanya, lonjakan tingkat kebutuhan akan terjadi saat jelang ramadhan nanti.
“Pasokan aman. Kebutuhan nanti meningkat saat mendekati bulan puasa,” tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/cabai-bontang-naik-tinggi-ini.jpg)