Ibu Kota Negara
Pasar Suka Raja Sepaku Penajam Paser Utara Diminta untuk Direlokasi
Lokasi pasar Suka Raja Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dianggap membahayakan terutama bagi masyarakat
Penulis: Nita Rahayu | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Lokasi Pasar Suka Raja Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dianggap membahayakan terutama bagi masyarakat sekitar dan pengguna jalan.
Saat ini, lokasi pasar tersebut berada tepat di pinggir jalan utama Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Wakil Ketua DPRD PPU Hartono Basuki mengungkapkan bahwa, selain membahayakan, arus lalu lintas juga terganggu di daerah tersebut. Terlebih saat pasar sedang ramai oleh pembeli.
“Itu membahayakan bagi yang melintas,” ungkapnya kepada TribunKaltim.co pada Jumat (3/2/2023).
Baca juga: Kisah Desa Karangrejo Bangun Wisata Usai Menggelar Ngopi Bareng Mas Ganjar Pranowo
Kata dia, kondisi pasar Suka Raja, harus segera diberikan solusi. Hal itu tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, namun juga Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Permasalahan ini patut dipikirkan oleh otorita, lantaran Sepaku saat ini sudah menjadi ibu kota baru.
Sinergi antara badan otorita IKN dan pemerintah daerah dibutuhkan, untuk menuntaskan permasalahan tersebut.
“Pasar kita itu lokasinya masih di jalanan. Ini menganggu alur lalu lintas dan transportasi,” ujarnya.
Pasar Suka Raja sudah seharusnya direlokasi ketempat yang lebih representatif. Meskipun untuk saat ini diakui bahwa pedagang tidak punya pilihan untuk berjualan di area lainnya.
“Kita harus menyiapkan tempat baru untuk para pedagang,” sambungnya.
Sembari menunggu desain tata ruang dari Badan Otorita IKN Nusantara, Hartono Basuki meminta pemerintah kabupaten PPU untuk bisa menjalin komunikasi.
Baca juga: Puskesmas di Sepaku IKN Nusantara Perlu Ditingkatkan Fasilitasnya
Komunikasi tersebut untuk menyampaikan kondisi letak pasar Suka Raja, serta kondisinya yang ada saat ini.
“Kita akan dorong bersama pak bupati, bagaimana membangun pasar baru yang representatiif. Harapan saya didukung anggaran pihak otorita dan lokasinya juga harus kita komunikasikan,” jelasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/dianggap-bahaya-bagi-warga.jpg)