Berita Penajam Terkini
Kabupaten PPU Masih Kekurangan Tenaga Kesehatan
Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kekurangan tenaga kesehatan, mulai dokter hingga perawat
Penulis: Nita Rahayu | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,PENAJAM- Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kekurangan tenaga kesehatan, mulai dokter hingga perawat.
Fasilitas kesehatan di PPU khususnya puskesmas, butuh banyak tenaga kesehatan untuk memaksimalkan layanan kesehatan kepada masyarakat.
Kebutuhan ini mulai dari tenaga medis seperti dokter dan paramedis atau perawat.
Hal itu seperti diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) PPU, dr. Jansje Grace Makisurat kepada TribunKaltim.co.
dr. Grace mengatakan, untuk tenaga dokter dibutuhkan setidaknya 20 hingga 25 orang lagi. Saat ini dokter yang ada hanya 25 orang.
Baca juga: Kasus Subang Terbaru, Peran Dokter Hastry Dinilai Gantung, Publik Diimbau Terus Pantau Info Medsos
Baca juga: Kasus Subang Terbaru, Dokter Hastry Disorot Lagi, Publik Diimbau Pantau Medsos Buat Cek Perkembangan
Kebutuhan dokter untuk puskemas yang ruang lingkupnya besar, setidaknya lima dokter.
Sedangkan untuk puskemas yang ruang lingkupnya kecil dibutuhkan tiga orang dokter.
"Tenaga dokter kita masih butuh 20 sampai 25 tenaga dokter," ungkapnya pada Minggu (5/202023).
Sementara untuk perawat, setidaknya dibutuhkan 20 orang setiap setiap puskemas. Yang ada saat ini sangat kurang dari yang dibutuhkan.
Terlebih, telah banyak perawat yang pensiun pada tahun ini.
"Kalau dia rawat inap, butuh 20 orang setiap puskesmas. Yang ada saat ini pastinya dibawah 20 apalagi Sepaku satu, banyak pensiun," jelasnya.
Karena keterbatasan itu, pelayanan kesehatan kepada masyarakat diakui dr. Grace tidak maksimal.
Untuk itu, ia berharap kepada pemerintah daerah, agar kuota dokter yang pengadaanya melalui PPPK diperbanyak.
Baca juga: Terbaru Kondisi Indra Bekti: Indy Barends Bagikan Momen Penting Pasca Operasi, Dokter Bilang Begini
Beberapa kali pihaknya juga mencoba mengkomunikasikan hal tersebut kepada Kementerian Kesehatan, namun belum mendapat tanggapan.
"Sudah ngomong di Kemenkes untuk ditambah tapi sulit komunikasi," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Kadinkes-PPU-dr-Jansje-Grace-Makisurat8076.jpg)