IKN Nusantara
Material IKN Nusantara Berdatangan, Cek Titik Rawan Pelayaran di Teluk Balikpapan
Material IKN Nusantara berdatangan, cek titik rawan pelayaran di Teluk Balikpapan
Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Djohan Nur
TRIBUNKALTIM.CO - Pembangunan infrastruktur besar-besaran di Ibu Kota Nusantara atau IKN Nusantara diikuti dengan arus material logistik untuk pembangunannya.
Material pembangunan IKN Nusantara sebagian besar masuk dari jalur laut yakni Teluk Balikpapan.
Tak heran, aktivitas pelayaran di Teluk Balikpapan pun meningkat drastis.
Bahkan, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan atau KSOP Kelas I Balikpapan sudah memetakan titik rawan di Teluk Balikpapan.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan atau KSOP Kelas I Balikpapan, M Takwim Masuku menyatakan, telah melakukan pemetaan wilayah yang dianggap rawan untuk dilalui kapal logistik.
"Terkait keamanan, kami juga sudah mencoba melakukan pemetaan beberapa lokasi yang dianggap rawan," ujarnya pada Webinar Forum Dialog HIPMI terkait Potensi Layanan Logistik dan Kepelabuhan di IKN Nusantara, awal Februari 2023 kemarin.
Jalur rawan tersebut di antaranya alur pelayaran sekitar area pelabuhan yang kerap digunakan dalam kegiatan nelayan.
"Jadi memang jalur Balikpapan ini masih banyak nelayan yang melakukan kegiatan di alur. Ini akan terus kita tingkatkan pengawasan bersama stakeholder dan instansi terkait," jelasnya.
Juga kawasan jalur perairan rawan pencurian pada zona area STS.
Termasuk jalur perlintasan penyeberangan Balikpapan - Penajam yang tentu berpotensi menimbulkan tabrakan saat dilewati kapal logistik.
Hal ini bisa terjadi karena ramainya arus penyeberangan di kawasan tersebut.
"Kita tahu Teluk Balikpapan ini ada kegiatan penyeberangan, baik itu kapal klotok dan lainnya yang menyeberang dari Balikpapan ke Penajam, berpotensi terjadi kecelakaan.
Ini juga perlu peningkatan pengawasan sehingga tidak terjadi kecelakaan di wilayah tersebut," ujar Takwim.
Tak hanya itu, kawasan Kampung Baru juga termasuk daerah rawan, karena terdapat pipa bawah laut yang melintasi Teluk Balikpapan.
"Ini juga menjadi bagian dari atensi kami untuk memberikan perhatian khusus sehingga tidak ada kapal yang berlabuh di lokasi yang tidak diperuntukkan.