Amalan dan Doa
Teks Khutbah Jumat Singkat Tentang Keutamaan Bulan Syaban, Khutbah 1 Hingga 2
Teks Khutbah Jumat Singkat Tentang Keutamaan Bulan Syaban, Khutbah 1 Hingga 2
TRIBUNKALTIM.CO - Berikut teks khutbah Jumat singkat tentang bulan Syaban 1444 H berjudul "Pentingnya Memperhatikan Bulan Syaban".
KHUTBAH I
اَلْحَمْدُ لله، اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ فَضَّلَنَا بِلِقَاءِ شَهْرِ شَعْبَانَ، هَذَا شَهْرٌ يُمْكِنُ فِيْهِ اَنْ نَسْتَعْمِلَهُ لِنَيْلِ الْبَرَكَاتِ وَالرِّضْوَانْ. اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِىْ اَنْزَلَهُ اللهُ اِلَيْهِ بِجَمِيْعِ اَنْوَاعِ الدَّلِيْلِ وَالْبُرْهَانِ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ نَالُوْا الْبَرَكَاتِ وَالْعِرْفَانْ. اَمَّا بَعْدُ
فَيَا عِبَادَ اللهِ، اُوْصِيْنِىْ نَفْسِيْ وَاِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: وَالْعَصْرِ، إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ، إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
Hadirin jamaah shalat Jumat hafidhakumullah,
Saya berwasiat untuk diri saya sendiri dan anda para hadirin semua untuk meningkatkan takwa kita kepada Allah subhanahu wa ta'alâ dengan selalu mengikuti perintah dan menjauhi larangan-larangan-Nya.
Baca juga: Doa Meminta Panjang Umur yang Dicontohkan Rasulullah SAW Bisa Muslim Amalkan di Malam Nisfu Syaban
Hadirin,
Pada hari ini, atas izin Allah kita mendapati bulan Syaban. Satu bulan yang jatuh antara Rajab dan Ramadhan. Bulan Syaban merupakan di antara bulan yang disebut khusus dalam doa Rasulullah sebagaimana diriwayatkan dari Anas bin Malik:
اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ، وَشَعْبَانَ، وَبِلِّغْنَا رَمَضَانَ
Artinya: Ya Allah, semoga Engkau beri keberkahan kepada kami dalam bulan Rajab, Syaban dan Ramadhan.
Pada bulan kemarin, kita sudah melewati bulan Rajab, bulan bercocok tanam, sekarang pada bulan Syaban ini adalah bulan merawat, menyirami tanaman sedangkan bulan Ramadhan besok adalah bulan memanen. Bagaimana kita bisa memanen dengan melakukan banyak ibadah-ibadah jika tidak kita mulai sejak kemarin dan kita rawat pada bulan Syaban sekarang ini.
Imam Dzun Nun al-Mishri mengatakan,
رَجَبٌ شَهْرُ الزَّرْعِ. وَشَعْبَانُ شَهْرُ السَّقْيِ. وَرَمَضَانُ شَهْرُ الْحَصَادِ. وَكُلٌّ يَحْصُدُ مَا زَرَعَ. فَمَنْ ضَيَّعَ الزِّرَاعَةَ نَدِمَ يَوْمَ الْحَصَادِ
Artinya: Rajab adalah bulan menanam, Syaban bulan menyiram, dan Ramadhan bulan memanen. Setiap orang akan memanen atas apa yang ia tanam. Barangsiapa yang menyia-nyiakan tanaman akan merugi di waktu panen.
Pada umumnya, orang akan bersungguh-sungguh memperhatikan bulan Rajab. Pantas saja, ia satu dari empat bulan mulia. Ramadhan merupakan raja di antara bulan-bulan yang lain. Dengan begitu, banyak orang yang menjadi bermalas-malasan di bulan Syaban. Padahal ini kurang tepat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Cuaca-mendung-di-Masjid-Al-Faruq-Kawasan-Bukit-Pelangi87.jpg)