Ekonomi dan Bisnis

Bisnis Kuliner Tumbuh Cepat Pascapandemi Covid-19, Katering Terbanyak Kedua

Industri kuliner di Indonesia menjadi satu di antara elemen penting dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi bangsa

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/ARDIANA
Kuliner khas di Balikpapan, Kalimantan Timur. Industri kuliner di Indonesia menjadi satu di antara elemen penting dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi bangsa.  

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Bisnis kuliner di Indonesia tumbuh cepat pascapandemi Covid-19, sektor katering terbanyak kedua setelah restoran.

Industri kuliner di Indonesia menjadi satu di antara elemen penting dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi bangsa. 

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia terus mengingatkan, agar para pelaku usaha kuliner termasuk pegiat pelatihan kuliner untuk terus inovatif dan kreatif agar tidak kalah saing dan ditinggal konsumen. 

Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikbudristek Wartanto meminta lembaga kursus dan pelatihan (LKP) di bidang tata boga untuk lebih kreatif dan cerdas dalam membaca peluang.

Baca juga: Wisata Kuliner di Kutai Barat, Kontes Durian hingga Patenkan Varietas Long Iram

Peluang tersebut, kata Wartanto, terdapat pada industri kuliner yang mengalami pertumbuhan paling cepat pascapandemi Covid-19.

"Setelah kita keluar dari zona merah Covid-19, kita bisa saksikan bahwa usaha-usaha kuliner seperti pujasera dan pusat-pusat kuliner kembali bermunculan dan ini menandakan bahwa bidang kuliner dan boga itu sangat luar biasa," ucap Wartanto pada Webinar Nasional “Sinergitas Ikaboga Indonesia dalam Mengembangkan Program Pendidikan Kewirausahaan di LKP Tata Boga”, Sabtu (9/2/2023).

Wartanto mengatakan LKP harus bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan agar dapat mendukung pengembangan industri boga di Indonesia.

Industri boga, menurut Wartanto, juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui pembukaan lapangan usaha baru.

Menurut Wartanto, LKP harus dapat melihat peluang besar dari industri boga tersebut. "Kursus tata boga itu menjadi salah satu kursus yang paling banyak diminati dan LKP di bidang boga harus memiliki kreativitas yang luar biasa," ujar Wartanto.

Dia mendorong LKP di bidang tata boga untuk terus melakukan sinergi dengan lembaga ataupun institusi, salah satunya adalah dengan Ikatan Ahli Boga (Ikaboga) Indonesia.

Wartanto berharap, sinergi tersebut akan melahirkan kuliner khas Indonesia, baik dari bahan, rempah, dan juga penyajian.

Plaza Balikpapan menghadirkan event kuliner bertajuk Foodthentic di Foodcourt The Eatnic Lantai 1 mall, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Plaza Balikpapan menghadirkan event kuliner bertajuk Foodthentic di Foodcourt The Eatnic Lantai 1 mall, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. (TRIBUNKALTIM.CO/ARDIANA)

"Kalau bisa diolah ini akan menjadikan Indonesia negara yang sangat kaya dengan kekayaan boga dan itu akan menjadi daya tarik wisatawan dan menjadi bagan dari pendapatan negara," kata Wartanto.

Sebagai informasi, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada Juni 2022, terdapat 11.223 usaha kuliner yang tersebar di seluruh Indonesia pada tahun 2020.

Sebanyak 8.042 usaha (71,65 persen) di antaranya berupa restoran atau rumah makan, 269 usaha (2,40 persen) berupa katering, dan sisanya 2.912 usaha (25,9 persen) masuk dalam kategori lainnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kemendikbudristek Minta Lembaga Kursus Tata Boga Manfaatkan Peluang di Industri Kuliner

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved