Minggu, 3 Mei 2026

Berita Kaltim Terkini

Disperindagkop UKM Kaltim Target UMKM Tumbuh di Era Digital Terkini

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) UKM Provinsi Kalimantan Timur menarget UMKM tumbuh di era digital.

Tayang:
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Hadi Mulyadi saat bersama Head of Public Policy Shopee Indonesia, Radityo Triatmojo, Senin (28/3/2022), di dalam Kampus UMKM Shopee tepatnya di ruang foto study tempat pelaku UMKM bisa memfoto produknya. (TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) UKM Provinsi Kalimantan Timur menarget Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tumbuh di era digital.

Kepala Disperindagkop UKM Kaltim, M. Sa’duddin menarget sesuai RPJMD Kaltim 2018-2023, jumlah UMKM digital di Bumi Mulawarman bertambah 10 persen setiap tahunnya.

Peningkatan UMKM digital terlihat para pelaku UMKM yang bergeser ke platform digital.

Dampak pandemi Covid-19 menjadi salah satu faktor pergeseran penjualan secara online.

"Sesuai target kami peningkatan pertambahan 10 persen jumlah UMKM yang digital," terangnya, Selasa (14/2/2023).

Baca juga: 15 UMKM di Penajam Paser Utara Dapat Bantuan dari Pemerintah Pusat

Dalam upaya pihaknya, meningkatakn jumlah UMKM digital terutama pada tahun 2022 lalu.

Disperindagkop UKM Kaltim turut bekerjasama dengan platform e-commerce seperti shopee, tokopedia, guna mengarahkan khususnya dalam bidang digital.

Menurut Sa'duddin, digitalisasi UMKM dapat meluaskan jangkauan target pelanggan dengan lebih efisien dan efektif.

"Di era serba digital terkini, pemasaran digital sangat berperan penting dalam memasarkan suatu usaha, bahkan sekarang ini sudah ada yang namanya kampus Shopee, dan itulah yang kami kerjasamakan agar para pelaku UMKM maupun IKM terus bangkit melalui penjulan produk secara online," jelasnya.

Disperindagkop turut berharap m seluruh UMKM di Kaltim ikut dalam e-katalog di pemerintahan.

Baca juga: Puluhan UMKM di Paser Padati Giat Car Free Day di Jalan Jenderal Sudirman

Banyak pengadaan yang telah dilaksanakan melalui e-katalog, dan tidak perlu proses-proses lagi.

Kehadiran e-katalog atau aplikasi belanja dalam jaringan yang diterbitkan lembaga pengadaan barang/jasa pemerintah, khusus bagi setiap pemerintah daerah merupakan peluang besar yang dapat dimanfaatkan para pelaku usaha UMKM

Sesuai Instruksi Presiden (Inpres) RI Nomor 2 Tahun 2022 tentang Percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri dan Produk UMKM, dan Koperasi, dalam menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia pada pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah.

Setiap daerah diwajibkan 40 persen dari APBD itu menggunakan produk UMKM dan Koperasi dari masing-masing daerah.

"Kita mendorong UMKM agar lebih dikenal, berdaya saing dan bisa semakin berkembang," tandas Sa'duddin.

Baca juga: Rusmadi Berharap Peresmian Wahana Ombak Pemandian Serayu Lestari Tarik Wisatawan dan Gerakan UMKM

Sementara itu, dari catatan Bidang Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Dinas Perindustrian, Perdagangan , Koperasi dan UKM Disperindagkop Provinsi Kaltim.

Data jumlah UMKM di Kaltim tahun 2022 sebanyak 344.581 yang tersebar di Kabupaten/Kota

Jumlah ini cukup bagus jika ditinjau dari data penduduk berusia produktif Kaltim yang berjumlah 1.846.547 jiwa.

Serapan UMKM di rata-rata mencapai 18,6 persen dari jumlah penduduk produktif.

Dari jumlah 344.581 UMKM tersebut 97 persen pelaku usaha berskala mikro, kemudian berskala kecil ada sekitar 2,7 persen dan pengusaha berskala menengah sekitar 0,2 persen.

Adapun bidang usaha yang paling banyak digeluti masyarakat didominasi oleh perdagangan sembako.

Baca juga: Great Sale di Seluruh Mall Balikpapan Dimulai Hari Ini, Bangkitkan Ekonomi Para Pelaku UMKM

Beberapa UMKM yang telah masuk dalam sistem e-katalog dengan jumlah 195 UMKM dengan 5000 jenis produk.

Sehingga mereka bisa menjadi bagian dari kemitraan bisnis terhadap belanja-belanja pemerintah.

Sebelumnya diberitakan, Kampus UMKM Shopee Kaltim di Kota Samarinda yang diresmikan pada Maret 2022 lalu bertujuan mempercepat ekosistem ekonomi digital usai dampak pandemi Covid-19 yang menggerus selama dua tahun terakhir.

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi dan Head of Public Policy Shopee Indonesia, Radityo Triatmojo meresmikan kampus pelatihan untuk UMKM di Kaltim.

Pelayanan kampus UMKM ini seluruhnya gratis termasuk edukasi dan pelatihan UMKM yang disediakan pihaknya.

Seperti misalnya, di Kampus UMKM menyediakan menyediakan foto study dimana ada satu tempat untuk visualisasi produk agar tampak terlihat menarik konsumen, sekaligus bisa live streaming.

Baca juga: Besok Bankaltimtara Cabang Tanah Peser Kembali Salurkan BLT UMKM, Maksimal 500 Penerima

Selain itu, fasilitas seperti simulasi gudang juga diberikan, untuk mempersiapkan barang ketika ada pesanan, packaging sampai pengiriman, lalu menyelesaikan retur barang.

Pihak Shopee berharap, hal ini dapat membantu Pemprov Kaltim meningkatkan kualitas UMKM-nya

Sebagai tambahan infomasi untuk masyarakat Kaltim yang ingin mendaftar, Kampus UMKM Shopee terletak di Jalan Sentosa No 27, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved