Minggu, 10 Mei 2026

Banjir di Kutai Timur

Banjir di 5 Desa Kecamatan Karangan Kutim, Petani Terancam Gagal Panen

Sebanyak lima Desa di Kecamatan Karangan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Provinsi Kalimantan Timur terendam banjir luapan dari Sungai Karangan.

Tayang:
Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/SYIFAUL MIRFAQO
Banjir yang menggenang di lima Desa Kecamatan Karangan, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.OC, SANGATTA - Sebanyak lima Desa di Kecamatan Karangan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Provinsi Kalimantan Timur terendam banjir luapan dari Sungai Karangan.

Sebanyak tiga desa terendam setinggi 60 centimeter, sedangkan dua desa lainnya masih setinggi mata kaki orang dewasa.

Camat Karangan, Madnuh mengatakan penyebab air sungai meluap adalah curah hujan yang tinggi selama dua hari berturut-turut.

“Untuk sementara ini air sudah mengalami penurunan debit dan saat ini air laut sedang surut, ada kemungkinan naik lagi kalau air laut pasang,” ujarnya, Selasa (21/2/2023).

Baca juga: Menteri PUPR Bakal Bantu Mengatasi Banjir di Kutai Timur

Selain itu, ada satu desa yang saat ini terisolir oleh banjir tersebut, yaitu Desa Baay.

Akibat banjir, desa ini tidak bisa dijangkau dengan jalur darat.

“Desa Baay, tidak bisa kita akses melalui jalur darat, harus menggunakan kapal kecil untuk ke sana,” ujarnya.

Lebih lanjut, ada 35 hektar sawah di Desa Baay yang terendam banjir setinggi leher orang dewasa.

Padi yang baru tanam dua bulan lalu terancam gagal panen karena terendam banjir ini.

Baca juga: Pemkot Samarinda Beri Bantuan Korban Banjir di Kutai Timur dalam 3 Kategori

“35 hektar tanaman padi yang berusia 2 bulan dan sudah muncul bijinya berasal dari ADD Desa dan bisa dipastikan akan gagal panen,” ujarnya.

Kendati demikian, informasi terakhir yang didapatkan tribunkaltim.co, debit air sudah mengalami penurunan sebanyak 20 centimeter.

Kepala BPDB Kutim, Muhammad Idris Syam, melalui analisis SAR, Kasno membenarkan adanya tanda-tanda banjir mulai surut.

“Untuk saat ini, belum ada perkembangan terkait korban jiwa. Alhamdulillah ada penurunan debit air sekitar 20 centimeter,” ujarnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved