Kamis, 21 Mei 2026

Bupati KTT Ibrahim Ali Terima Penghargaan Bebas Frambusia dari Kemenkes, Berharap Bebas Penyakit

Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali menghadiri acara Puncak Peringatan World NTD Day 2023 yang digelar di Krakatau Grand ballroom TMII Jakarta Timur

Tayang:
Penulis: Risnawati | Editor: Jino Prayudi Kartono
HO/DISKOMINFO KTT
Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali saat menerima penghargaan daerah bebas frambusia dari Kemenkes RI di Krakatau Grand ballroom TMII Jakarta Timur, Selasa (21/2/2023) 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA TIDUNG - Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali menghadiri acara Puncak Peringatan World NTD Day 2023 yang digelar di Krakatau Grand ballroom TMII Jakarta Timur, Selasa (21/2/2023).
Kehadiran Ibrahim Ali di acara tersebut juga sekaligus menerima penghargaan daerah bebas frambusia yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
Penyerahan penghargaan bebas frambusia ini juga diserahkan langsung oleh Menkes Budi Gunadi Sadikin.
Pemberian penghargaan tersebut sebagai apresiasi atas prestasi Tana Tidung bebas dari penyakit frambusia.
Melalui keterangan tertulisnya, Ibrahim Ali bersyukur Tana Tidung dapat meraih penghargaan tersebut.
Menurutnya, hal ini tidak lepas dari kerja-kerja pemerintah terutama Dinas Kesehatan Tana Tidung.
"Sehingga, Kabupaten Tana Tidung yang kita cintai ini bebas dari penyakit frambusia," katanya.
Dia menyampaikan, melalui program priorita KTT Sehat, pemerintah akan berupaya meningkatkan kualitas kesehatan di Tana Tidung.
"Mudah-mudahan kita bisa bebas dari penyakit-penyakit. Terutama penyakit menular ya, tidak hanya frambusia saja," harapnya.
Sekadar diketahui, ada dua daerah di Kalimantan Utara yang menerima penghargaan daerah bebas frambusia.
Selain Kabupaten Tana Tidung, juga ada Kota Tarakan yang menerima penghargaan tersebut.
Sebelumnya, Dinkes Tana Tidung mengajukan eliminasi penyakit frambusia maupun filariasis (kaki gajah) di tahun 2022 lalu.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Hanna Juniar mengatakan, Tana Tidung belum bebas dari penyakit filariasis.
Sehingga, Dinkes Tana Tidung harus menunggu setidaknya tiga tahun lagi untuk mengajukan eliminasi filariasis.
"Untuk filariasis belum, tiga tahun ini kita persiapan pemeriksaan pre test untuk masyarakat. Kemungkinan tahun 2024 baru bisa mengajukan elimimasi lagi," pungkasnya.

Sumber: Tribun kaltara
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved