Selasa, 5 Mei 2026

Video Viral

Mencekam, Kerusuhan Wamena Papua Telan Korban, Aparat Diserang, Dipicu WhatsApp

Mencekam, kerusuhan Wamena Papua telan korban, aparat diserang, dipicu pesan berantai

Tayang:
Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Sandrio

TRIBUNKALTIM.CO - Kepolisian mengungkap penyebab kerusuhan yang pecah di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan pada Kamis (23/2/2023) siang.

Pemicu kerusuhan berawal dari tersebarnya isu penculikan anak melalui pesan berantai WhatsApp.

Dilansir dari Tribunnews.com, Kapolres Jayawijaya, AKBP Hesman S Napitupulu mengatakan, ada informasi telah terjadi penculikan.

"Awal permasalahan yaitu warga melihat ada kendaraan membawa anak kecil yang diduga sebagai penculikan,” kata Napitupulu.

Dalam pesan WhatsApp yang beredar, pelaku disebut menggunakan mobil pickup.

Tersebar pula informasi menuding polisi berupaya melindungi pelaku yang dituding merupakan warga pendatang.

Akibat kabar miring ini, emosi massa tersulut hingga melakukan pembakaran ruko dan kios warga di Kampung Lantipo, Distrik Wamena Kota sekira pukul 12.30 WIT.

Napitupulu menyebut, massa juga sempat menyerang aparat yang hendak meredam kerusuhan.

Baca juga: Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO Kumis Kogoya, Usai Anggota KKB Papua Sukses Kabur dari Lapas Wamena

Baca juga: Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Wamena Nilai Gubernur Ganjar sebagai Tokoh Pemersatu Perbedaan

“Saat berusaha menenangkan massa, kami diserang dengan batu yang dilemparkan kepada anggota.

Hingga kami memberikan tembakan peringatan untuk memukul mundur namun tak diindahkan dan massa semakin berulah sampai membakar beberapa bangunan ruko,” imbuhnya.

Napitupulu menambahkan, situasi mulai kondusif di Kota Wamena berangsur kondusif.

"Kondisi saat ini sudah mulai kondusif," jelasnya.

Meskipun demikian, aparat keamanan dari Polres Jayawijaya dan Kodim 1702 Jayawijaya masih berjaga-jaga.

Untuk menghindari konflik susulan, kata Napitupulu, pihaknya akan membahas hal tersebut dengan tokoh masyarakat setempat.

“Untuk saat ini, sebagian warga mengungsi ke Kodim,” ujarnya sembari mengingatkan kepada masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum diketahui kebenarannya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved