Pensiunan Guru SD Buat Sampek
Perajin Sampek, Abel Anyeq Beberkan Cara Merawat Alat Musik Khas Dayak
Perajin alat musik Sampek, Abel Anyeq membeberkan cara perawatan musik tradisional tersebut. Menurutnya, merawat Sampek sangatlah mudah
Penulis: Ardiana | Editor: Jino Prayudi Kartono
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Perajin alat musik Sampek, Abel Anyeq membeberkan cara perawatan musik tradisional tersebut. Menurutnya, merawat Sampek sangatlah mudah. Hanya membersikan bagian kayunya dengan lap dan air. Namun tetap mengupayakan untuk tidak mengenai senarnya.
"Perawatannya enggak susah. Bahannya kita cat, diklir, bahannya cukup di lap begitu saja pakai air. Cuman kalau kita ngelap basah, senar nya bisa berkarat dan harus diganti," jelasnya.
Bagi Abel, perbedaan Sapeq dengan alat musik lainnya adalah lebih fokus pada permainan melodi. Hal ini juga didukung oleh beberapa senar lainnya yang merupakan tambahan nada.
"Ini kebanyakan main melodi. Sedangkan senar yang lain, adalah tambahan nada. Jadi mayoritas sebagai musik melodi. Kalau gitar kan, ada kunci gitarnya, chordnya, dan semua main. Petikan nya semua. Kalau ini enggak bisa, melodi dulu baru bass nya," ujar Abel sembari mencontohkan petikan alat musik tersebut.
Sehingga, alat musik tradisional suku Dayak tersebut mengeluarkan nada-nada indahnya yang khas terdengar.
Rata-rata, motif pada alat musik Sapeq buatan Abel selalu membentuk ukiran khas Dayak Bahau. Ia menjelaskan, motif tersebut menggambarkan hewan atau benda yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.
"Motifnya diliat dari bentuk khusus Dayak Bahau. Motifnya menggambarkan sesuatu yang ada di alam. Seperti burung, bentuk daun, anjing, dan lain-lain. Artinya hewan atau benda yang punya manfaat bagi kehidupan manusia,"pungkasnya. Harga Sapeq yang ia jual bervariatif. Khusus di Balikpapan dibanderol Rp2 juta sampai Rp2,5 juta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/perajin-sampek1.jpg)