Berita Kukar Terkini
Loa Kulu jadi Role Model Pengembangan UMKM di Kukar
Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur menjadi role model pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kukar
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur menjadi role model pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kukar.
Program dan inovasi untuk meningkatkan daya saing UMKM tak hanya dilakukan oleh Dinas terkait, tetapi juga unsur pemerintah kecamatan.
Salah satunya, gebrakan dari Camat Loa Kulu dengan menfasilitasi pelaku UMKM berjualan dan berdagang melalui Toko UKM Center Idaman.
UKM Center yang terletak di Desa Loa Kulu Kota dan dikelola oleh PKK Kecamatan Loa Kulu ini terbilang sudah modern.
Baca juga: UMKM di Kaltim Ditarget Mempunyai Izin dan Mitra Usaha
Berbagai olahan produk telah dipasarkan, seperti kerajinan hingga kue kering khas lokal setempat.
Berdasarkan inovasi tersebut, Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah mengapresiasi ide dan gagasan dibuat oleh Camat Loa Kulu.
"Kinerja bagus karena telah menyediakan ruang dan menfasilitasi pelaku usaha untuk memasarkan produk-produk unggulan," ujarnya, Senin (27/2/2023).
UKM Center Idaman tidak hanya menjual produk, namun juga memfasilitasi pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat produksi pangan industri rumah tangga (SPP-IRT).
Baca juga: Otorita IKN Nusantara Klaim Pembangunan Ibu Kota Negara Beri Dampak kepada UMKM
Kemudian wadah konsultasi pengembangan usaha mikro, konsultasi perkoperasian, pendampingan dan pelatihan.
Layanan ini dibuka mulai Senin hingga Kamis pukul 08.00-15.30 Wita, dan Jumat mulai pukul 08.30-11.00 Wita.
Edi berharap, inovasi ini bisa menjadi percontohan bagi kecamatan lainnya. Sebab, Kukar memiliki potensi produk-produk unggulan yang tersebar di sejumlah desa.
Oleh sebab itu, sangat penting untuk menfasilitasi agar bisa dipasarkan secara modern dan berbasis digital.
Baca juga: Dampak Program Makmur Idaman di Kukar, Pendapatan Petani Loa Kulu Tembus Rp 18 Juta
“Media pemasaran saat ini sudah digitalisasi, tentu ini sudah diberikan bimbingan dan pembinaan melalui Disperindag dan DiskopUKM," lanjutnya.
Edi menyakini UMKM di Kukar dapat bangkit dengan dorongan dan semangat.
Produk-produk unggulan akan terus bermunculan dan mampu berdaya saing di pasaran.
Ke depan tidak hanya skala lokal, tapi bisa merambah bisnis yang lebih luas.
"Mampu dipasarkan secara e-Commerce Marketing dalam toko online," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/berjualan-dan-pedagang.jpg)