Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Kukar Terkini

HUT ke 104 Damkar di Kukar, Bupati Edi Damanysah Minta Perkuat Struktur Relawan

Untuk semarak HUT Pemadam Kebakaran, BPBD Kutai Kartanegara mengadakan sejumlah rangkaian kegiatan

Tayang:
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MIFTAH AULIA
Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara memperingati HUT ke-104 Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan. Terungkap, Kecamatan Tenggarong menjadi daerah yang paling banyak mengalami musibah kebakaran permukiman, Rabu (1/3/2023). 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara memperingati HUT ke-104 Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.

Untuk semarak HUT Pemadam Kebakaran, BPBD Kutai Kartanegara mengadakan sejumlah rangkaian kegiatan.

Di antaranya, menggelar lomba uji ketangkasan antar regu damkar, donor darah, dan karya bakti membersihkan alur sungai Tenggarong, Kabupaten Kukar.

Kepala BPBD Kutai Kartanegara, Fida Hurasani menyebut, pemadam kebakaran diharapkan menjadi organisasi yang benar-benar tangguh.

Baca juga: Cegah Kebakaran di Hulu Mahakam, BPBD Kukar Bakal Bangun Pos Damkar di Tabang dan Kenohan

Selain tanggung, satuan pemadam kebakaran juga harus disegani, terutama saat melakukan tugas untuk memadamkan api.

"Keprofesionalan petugas harus lebih meningkat, termasuk kemampuan sumber daya manusianya," ujar laki-laki yang akrab disapa Afe, Rabu (1/3/2023).

Diketahui, jumlah kebakaran tahun 2022 di Kutai Kartanegara cenderung menurun ketimbang dua tahun sebelumnya.

Berdasarkan catatan BPBD Kukar, pada 2020 ada 150 kasus kebakaran. Disusul 2021 sebanyak 76, dan tahun 2022 ada 68 kasus kebakaran.

Baca juga: Luncurkan Program Tangguh Bakar, Dinas Damkar Pasang Hidran Kering di Kawasan Padat Penduduk

Menurut Afe, ada tiga jenis kasus kebakaran. Di antaranya, kebakaran permukiman, kebakaran hutan dan lahan, serta kebakaran tranportasi.

Tenggarong Terbanyak Kasusnya

Kecamatan Tenggarong menjadi daerah yang paling banyak mengalami musibah kebakaran permukiman.

Salah satu faktornya yakni, jumlah penduduk yang kian padat daripada kecamatan lainnya. Penyebab kebakaran pun beragam, namun mayoritas disebabkan oleh kelalaian manusia.

Seperti obat nyamuk, penyambungan listrik tidak standar, mengecas handphone yang dibiarkan di tempat tidur, hingga saat masak dibiarkan atau kompor yang menyala terus.

Adapun penyebab teknis, di antaranya jaringan listrik di atas rumah sudah lama tidak diganti.

Baca juga: Kebakaran di Teluk Lerong Samarinda, Tim Damkar Beber Faktor Penghambat Memadamkan Api

Ketika memperbesar daya di bawah, terkadang tidak mengganti listrik bagian atas sehingga menyebabkan korsleting.

“Kadang-kadang masyarakat minim tentang pengetahuan ini. Penyebabnya hampir 90 persen karena kelalaian manusia, dan 10 persen itu teknis,” ungkapnya.

Menindaklanjuti hal tersebut, Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah telah meminta, agar BPBD Kukar membuat rencana strategis.

Pertama, dengan memperkuat struktur relawan kebencanaan atau Balakar yang tersebar di 20 kecamatan. Mereka harus diberi pembinaan karena memiliki fungsi pertolongan pertama.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kutai Kartanegara, berencana menambah 9 unit kendaraan pemadam kebakaran.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kutai Kartanegara, berencana menambah 9 unit kendaraan pemadam kebakaran. (TribunKaltim.co/Miftah Aulia)

Kedua, BPBD Kukar harus melakukan edukasi kepada masyarakat sebagai upaya menekan risiko kebakaran di lingkungan.

Ketiga, pemetaan Hydran juga perlu kembali ditindaklanjuti. Ketersediaan Hydran beserta pipanya perlu diperbanyak, terutama di kawasan padat penduduk.

"Beberapa hal yang saya sebutkan ini harus menjadi fokus BPBD Kukar, karena ini merupakan bentuk kesiagaan," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved