Rabu, 27 Mei 2026

Maksimalkan Layanan, Pemkot Balikpapan Diminta Isis Jabatang yang Kosong

OPD yang dipimpin oleh PLT, maka pelayanan dan pengambilan keputusan tidak bisa berjalan secara maksimal.

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/MIFTAH AULIA ANGGRAINI
Ilustrasi. Walikota Balikpapan Rahmad Mas'ud mengambil sumpah dan janji 42 pejabat yang diisi, mutasi, maupun rotasi.TRIBUNKALTIM.CO/MIFTAH AULIA ANGGRAINI 

Maksimalkan Layanan, Pemkot Balikpapan Diminta Isis Jabatang yang Kosong

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Budiono mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, untuk segera mengisi kekosongan jabatan.

Pasalnya, di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Balikpapan, masih diisi oleh Pelaksana Tugas (PLT).

Adapun, Budiono menilai jika OPD itu hanya dipimpin oleh PLT, maka pelayanan dan pengambilan keputusan tidak bisa berjalan secara maksimal.

Bukan tanpa alasan, sebab kewenangan dari PLT sangat berbeda dengan pejabat definitif.

Baca juga: Disperkim Balikpapan Gelar Forum Renja 2023 untuk Selaraskan Program OPD

"Bagaimana mau mengoptimalkan pelayanan, jika kepala Dinas masih banyak yang Pelaksana Tugas (Plt)," kata Budiono saat dijumpai awak media dikantor DPRD Balikpapan, Jumat (3/3/2023).

Padahal, ia mengungkapkan, Kota Balikpapan memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 1,08 triliun lebih.

Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan Budiono.
Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan Budiono. (TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO)

Tetapi, jabatan Kepala Dinas Pengelola Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (DPPDRD) juga masih dipimpin oleh pejabat PLT.

"Untuk mengoptimalkan target dan kekosongan OPD, seharusnya Pemkot Balikpapan sesegera mungkin mengisi kekosongan jabatan, sehingga pelayananan akan optimal," pungkas Budiono.

Baca juga: Wakil Ketua I DPRD Balikpapan Budiono Sebut Regulasi Tenaga Honorer Harus Efektif

Lebih lanjut, ia menuturkan terkait dengan cara dan bagaimana prosesnya, sehingga tanggung jawab dari pada kewenangannya bisa lebih maksimal.

"Jika mau open building atau dimutasi harus ada penggantinya. Jangan seperti sekarang, dimutasi tapi sampai sekarang belum ada penggantinya," tutur Budiono. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved