Kamis, 16 April 2026

Berita Kukar Terkini

Demplot Kelurahan Panji Kukar Hasilkan 23 Ton Padi Mekongga

Demplot Kelurahan Panji, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur menghasilkan 23 ton Padi Mekongga

Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo
HO/Pemkab Kukar
Demplot Kelurahan Panji, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur menghasilkan 23 ton Padi Mekongga. 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Demplot Kelurahan Panji, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur menghasilkan 23 ton Padi Mekongga.

Demplot atau demonstration plot adalah aktivitas penyuluhan pertanian di suatu wilayah dengan cara memperagakan teknik-teknik pertanian.

Pihak penyuluh akan menjelaskan keterampilan, varietas, teknologi, dan pupuk yang bisa dimanfaatkan dalam aktivitas pertanian.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Sugiono, mengatakan, padi mikongga ditanam khusus oleh Penyuluh Pertanian Swadaya (PPS) Kelurahan Panji.

Baca juga: Hilirisasi Pertanian Kukar Mulai Dilirik Investor Malaysia

"Untuk Demplot padi sawah PPS Kelurahan Panji luasan lahannya 4 hektar dan diperkirakan menghasilkan 23 ton dengan rata-rata 1 Hektar sekira 6 ton," ujarnya, Senin (6/3/2023).

Padi Mekongga masuk ke dalam salah satu benih padi varietas unggul dan tangguh untuk ditanami di lahan rawan terhadap banjir atau kekeringan.

Padi jenis ini merupakan varietas benih dengan potensi atau daya hasil yang tinggi di antaranya PH (Hipa 5, Jete dan Hipa 6, Ceva).

Padi Mekongga merupakan varietas unggul baru yang didesain dengan inovasi teknologi pertanian, sehingga memiliki keunggulan spesifik dari jenis varietas lainnya.

Baca juga: Bupati Edi Damansyah Buat Pertanian Kukar Modern, Bangun 120 Embung hingga Jalan Tani

Keunggulan padi mekongga ialah, mempunyai tingkat produksi tinggi, tanaman kokoh dan tahan roboh, tahan penyakit, dan tekstur nasinya pulen.

Keunggulan lainnya terletak pada harga gabah padi mekongga yang stabil karena rendemen gabah ini cukup tinggi ketika digiling menjadi beras.

Ilustrasi beras, bahan pokok makanan.
Ilustrasi beras, bahan pokok makanan. (TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO)

Sementara itu, Lurah Panji Isnaniah meminta para petani untuk menanam varietas yang berumur lebih pendek.

Tujuannya, agar petani tidak kehilangan waktu musim taman berikutnya. Masa tanam yang lebih pendek akan menghemat waktu dan tenaga.

"Saya harap bukan hanya padi yang diproduksi Kelurahan Panji, tetapi tanaman lainnya juga bisa diolah. Sehingga, kelurahan ini bisa menjadi salah satu lumbung pangan Kukar," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved