Kamis, 7 Mei 2026

Video Viral

Modal Tekad, Komandan Perang Ukraina Jaga Habis-Habisan Bakhmut yang Dikepung Rusia

Modal tekad, komandan perang Ukraina jaga habis-habisan Bakhmut yang dikepung Rusia

Tayang:
Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Sandrio

TRIBUNKALTIM.CO - Para pemimpin militer Ukraina menyatakan tekad untuk mempertahankan Kota Bakhmut.

Mengingat, pasukan Rusia kini merambah kota timur yang hancur yang telah mereka coba rebut selama enam bulan.

Dilansir dari Tribunnews.com, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan telah membahas operasi Bakhmut pada Senin (6/3/2023) dengan kepala staf umum dan komandan pasukan darat.

Dilansir Al Jazeera, penembakan Rusia yang intens menargetkan kota di wilayah Donetsk dan desa-desa terdekat saat Moskow menekan serangan tiga sisi untuk mencoba menghabisi perlawanan Bakhmut.

Kota-kota terdekat Chasiv Yar dan Kostiantynivka diserang dengan hebat, merusak mobil dan rumah, serta memicu kebakaran.

Polisi dan sukarelawan mengevakuasi orang-orang dari Chasiv Yar dan kota-kota garis depan lainnya.

Pasukan Ukraina terus mempertahankan kota Bakhmut yang terkepung, karena kepala pasukan tentara bayaran Wagner Rusia mengatakan posisi pasukannya bisa dalam bahaya karena kekurangan amunisi.

Pertempuran Bakhmut yang masih berada di bawah kendali Kyiv, telah berkecamuk yang membuat ribuan orang tewas dan ratusan bangunan runtuh atau hangus.

Selain itu, beberapa warga sipil yang tersisa telah dikurung di ruang bawah tanah selama berbulan-bulan tanpa aliran air, listrik atau gas.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah menginstruksikan tentara untuk mencari pasukan guna memperkuat pertahanan kota yang diperangi itu.

“Saya mengatakan kepada Kepala Staf untuk mencari pasukan yang tepat untuk membantu orang-orang di Bakhmut."

"Tidak ada bagian dari Ukraina yang dapat dikatakan dapat ditinggalkan,” ungkap Volodymyr Zelensky dalam pidato, seperti diberitakan The Guardian, Selasa (7/3/2023).

Pasukan Ukraina masih berperang melawan upaya pengepungan Bakhmut.

Sementara itu, Washington mengatakan bahwa bahkan jika kota timur itu jatuh ke dalam serangan Rusia, itu tidak akan memberikan momentum bagi Moskow dalam perang.

Dikutip dari Reuters, Rusia mencoba mengepung Bakhmut untuk mengamankan apa yang akan menjadi keuntungan besar pertamanya dalam lebih dari setengah tahun.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved