Berita Kaltim Terkini

Dinkes Kaltim Belum Terima Laporan Flu Burung, Imbau Waspada Kematian Mendadak Unggas

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur belum terima laporan flu burung dari Kabupaten/Kota di Benua Etam

TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Provinsi Kaltim, Setyo Budi Basuki mengatakan penyebaran flu burung atau virus H5N1 patut diwaspadai. Meski sampai saat ini belum ada laporan warga Kaltim yang terinfeksi virus ini.TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA- Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur belum terima laporan flu burung dari Kabupaten/Kota di Benua Etam.

Meski begitu, dinas terkait mengimbau agar pemerintah di daerah tetap waspada bilamana ada kematian mendadak unggas.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Provinsi Kaltim, Setyo Budi Basuki mengatakan penyebaran flu burung atau virus H5N1 patut diwaspadai.

Meski sampai saat ini belum ada laporan warga Kaltim yang terinfeksi virus ini.

Laporan dari Kemenkes RI untuk beberapa Provinsi sudah terdeteksi di Kalimantan Selatan dimana ini merupakan wilayah terdekat dsn berbatasan langsung dengan Bumi Mulawarman.

Baca juga: Antisipasi Penyebaran Flu Burung, Disbunak Paser Perketat Pengawasan Ternak di Perbatasan

Baca juga: Kemenkes Tetapkan KLB Flu Burung, Bisa Menular ke Manusia, Sudah Mewabah di China

"Belum ada laporan penyebaran virus yang terjadi pada unggas di wilayah Kaltim," sebutnya, Kamis (9/3/2023).

Masyarakat juga diimbau agar selalu menjaga kebersihan lingkungan dan hindari kontak dengan faktor risiko yaitu unggas yang positif flu burung.

Penyakit flu burung juga dijelaskannya zoonosis atau sebagian besar memang ditularkan oleh unggas.

Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota maupun Puskeswan juga dimint agar waspada apabila ada di wilayahnya kematian mendadak unggas.

"Perjalanan klinis virus ini terbilang cepat, hampir sama dengan Covid-19 disebabkan oleh virus dan paling rentan adalah orang bekerja langsung dengan dunia peternakan," terang Basuki.

Tindakan pencegahan flu burung, Dinkes Kaltim juga telah melakukan koordinasi dengan semua pihak dan instansi terkait.

Hal ini dilakukan agar mengantisipasi potensi flu burung di Kaltim.

"Antisipasi sudah kami lakukan, bahkan setiap hari, ada kordinasi dengan pusat dan daerah serta dengann dinas terkait, ini untuk mengintervensi pencegahan serta pengendalian secara bersama-sama," tandasnya.

Sebelumnya, Kemenkes menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) flu burung sejak 24 Februari 2023 lalu.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI juga sudah secara resmi menjelaskan perkembangan flu burung khususnya clade 2.3.44b telah menjadi atensi para pihak terkait.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved