Sabtu, 11 April 2026

Otomotif

Jangan Disepelekan, Inilah Ciri-ciri Minyak Rem Harus Diganti

Minyak rem harus diganti secara berkala untuk menjaga kinerjanya agar terus optimal.

Editor: Diah Anggraeni

TRIBUNKALTIM.CO - Perawatan komponen kendaraan wajib dilakukan secara berkala.

Salah satu komponen yang wajib diganti secara berkala adalah sektor pengereman.

Hal ini dilakukan untuk menjaga kinerjanya agar terus optimal.

Baca juga: Jadi Piranti Penting yang Harus Dirawat, Simak 3 Tanda Rem Mobil Mulai Mengalami Masalah

Biasanya pengguna motor hanya mengganti kampas rem, seiring dengan kondisinya yang sudah aus sehingga kemampuan pengereman menurun.

Sebenarnya selain kampas rem, ada satu hal lagi yang sering dilupakan.

Padahal keberadannya juga sama pentingnya dengan kampas rem, untuk mengembalikan fungsi pengereman yang maksimal.

Yup, ia adalah minyak rem.

Dalam sistem pengereman hidrolik (rem cakram), minyak rem berfungsi mendorong piston yang ada di dalam kaliper, sehingga kampas rem bisa menjepit cakram agar motor bisa berhenti.

Baca juga: Rem Jadi Bagian Penting pada Kendaraan, Ini Akibatnya jika Mengganti Kampas Rem Mobil dengan yang KW

Selain itu, minyak rem juga bertugas menjaga suhu panas yang timbul dari gesekan antara kampas rem dan cakram.

Kalau kondisi minyak rem sudah tidak layak, maka titik didihnya akan menurun sehingga berpotensi menimbulkan gelembung-gelembung udara di dalam selang rem.

Gelembung udara ini akan menimbulkan angin palsu yang terperangkap di sistem pengereman, ujung-ujungnya kinerja rem tak akan maksimal.

Makanya penggantian minyak rem secara berkala itu penting ya.

"Minyak rem memiliki masa pakai yang panjang, sehingga tidak perlu diganti setiap kali melakukan servis, namun setelah pemakaian lebih kurang 24.000 km atau 2 tahun, minyak rem wajib diganti," ujar Danang Priyo Kumoro, Technical Training Coordinator Astra Motor Yogyakarta, dalam siaran resminya.

Danang juga membeberkan ciri saat minyak rem sudah masuk masa ganti.

"Cirinya bisa dilihat pada warnanya yang mulai keruh dan kotor, serta volumenya berkurang," bebernya.

Baca juga: Tidak Disarankan Bodi Mobil Pakai Dempul Tebal, Ternyata Inilah Alasannya

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved